TASIKMALAYA|PELITA ONLINE|Tinggal menghitung hari menuju pengujung tahun 2021. Pergantian tahun baru 2022. Di momen ini, seperti biasanya banyak orang merayakannya.
Sejak perayaan Natal sampai pergantian tahun baru (Nataru). Mobilitas warga meningkat. Banyak menuju lokasi liburan dan hiburan. Jadi bagian kebutuhan, sarana prasarana yang dapat mendukung kelancarannya.
Memperhatikan itu, informasinya seperti yang dilakukan institusi aparatur yang mengawal infrastruktur jalan selain aparat keamanan yang disiagakan, Satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah VI Jawa Barat, memprogramkan atensi khusus untuk membuat jalan mulus, bebas kerusakan.
Guna menekan hambatan, kemacetan, meminimalisasi potensi kecelakaan.
Tekad itu tentunya pada ruas-ruas jalan yang menjadi wilayah garap atau pemeliharaannya. Penghubung antar kabupaten/provinsi. Melibatkan perangkatnya di Satker PJN Wilayah VI. Hingga menggerakkan seluruh perangkat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Seperti pernyataan dikemukakan PPK 4.4 Ilham Khalifa ST. MT.
Memberi atensi tersendiri memasuki momentum Nataru, guna mendukung kelancaran lalu lintas di masa ramai mobilitas dan sering terjadinya kecelakaan. “Di 2021 ini kita fokus Gentong dulu karena banyak kecelakaan” melalui kontraktual yang dilaksanakan oleh PT. Mupagot Jaya Abadi kontraktor asal Jakarta,
saat ditanya, belum lama ini melalui WhatsApp.
Di samping turut melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT) Kementerian PUPR Ditjen Bina Marga disebagian ruas jalan dalam wilayah garapan yang sebagai mana diketahui memiliki bentang jalan mulai dari Wilayah Kab. Garut, Kab. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kab. Ciamis, Jawa Barat.
Bukan rahasia umum, bicara terget garapan berarti identik dengan sokongan sarana prasarananya, sumber daya, hingga optimismenya. Namun secara keseluruhannya bentang garapan belum tentu dapat terakomodir secara anggarannya.
Seperti halnya ruas Jalan Dr. Moch Hatta, Kota Tasikmalaya atau tepatnya di SPBU Cibogor hingga jembatan kecil Cador/Cibogor mengarah ke Obyek Wisata Karangresik Kota Tasikmalaya. Di ruas tersebut, disamping kondisi jalan yang sudah nampak lelah, juga kerap menjadi langganan genangan air.
Seperti pernyataan yang dikemukakan PPK 4.4, memprogramkan atensi khusus untuk melebarkan jembatan tentu memerlukan biaya yang lumayan besar kalau mau diganti. Sementara situasi Covid anggaran terpotong, jadi tahun ini kita fokus di wilayah Gentong, Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya.
“Hampir 30 buah jembatan sepanjang mulai dari Kab. Garut sampai Kab. Ciamis” ujar Ilham menjawab pertanyaan.
Satu kegiatan program PKT yang dilaksanakan PPK 4.4
semoga memberikan kenyamanan dan keamanan serta keselamatan pengguna jalan. Apalagi ruas nasional Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis merupakan akses menuju Jateng dan akses menuju daerah wisata pantai yang lumayan terkenal.
Sampai berita ini diturunkan, pelaksana dari PT. Pubagot Jaya Abadi yang menggarap preservasi ruas Nagreg-Rapolah-Ciamis tersebut belum berhasil ditemui meski sering kali dihubungi.|TOM|





