TASIKMALAYA|Pelita Online|Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Sendi Selpiansah menyarankan, agar kelompok Tani Organik Mandiri (TOM) yang notabene mengembangkan tanaman hortikultura agar terus berupaya meningkatkan pH (Power of Hydrogen).
Karena derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat kebasaan lahan tanah yang dimiliki oleh kelompok TOM ini relatif rendah, berkisar antara 5 atau 5,5 tingkatan pH-nya, ujar Sendi saat melakukan tugas POPT di Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (29/12/2020).
Mestinnya 6,5 sampai 7 tingkatan pH-nya, tambah Sendi yang telah 7 tahun mengabdi sebagai petugas tenaga kontrak di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.
Lebih lanjut Sendi menyarankan, guna memperbaiki atau meningkatkan pH tanah yang ada di lahan garapan kelompok TOM ini supaya menanggulanginya dengan kapur, kalsit atau dolomit, karena kelompok TOM ini lebih mengarah kepada organik.
Adapun untuk penanggulangan hama, seperti halnya daun tanaman cabe yang me galami keriting daun, layu pusarium maupun layu bakteri, Sendi menyarankan juga untuk menggunakan olahan daun sirsak, pepaya, daun suren maupun tembakau, ujar Sendi.
Sendi mengakui, dalam melaksanakan tugas di 13 Keluarahan dan 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Indihiang dan Bungursari yang merupakan wilayah kerjanya selama 7 tahun selaku petugas POPT, dia bersyukur selama itu pula dapat memberikan informasi mepada petani dengan melakukan pengamatan dan pengendalian secara langsung.
Adapun terkait penyakit tanaman, yang cukup menganggu. Sendi mengatakan, semua dapat diatasi. Sekalipun “patek” yang merupakan penyakit yang cukup sulit untuk diatasi tersebut dapat ditangani, ucap petugas fungsional tersebut. (TOM)





