TASIKMALAYA|PELITA ONLINE|Tahapan pertama proyek kegiatan pembangunan infrastruktur penataan Gerbang Timur Situ Gede yang melekat pada Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat dipastikan berjalan optimal hingga masa berakhir kontrak pada bulan Desember 2022 mendatang.
Kepastian sikap optimis ini disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Darmadi pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/3/2022).
“Ya benar, tahap pertama di tahun 2022 sekarang ini sebagaimana paparan Wakil Gubernur Jabar dan Kepala Dinas SDA pada Hari Air Sedunia kemarin, penataan Gerbang Timur Situ Gede sebesar Rp. 8 miliar dari total keseluruhannya Rp 40 miliar,” ujar Darmadi.
Kami pun berharap dengan kurun waktu yang saat ini masih dalam proses lelang di Pokja Jabar. Inyah Allah pada bulan Juni mendatang sudah muncul pemenangnya. Saya optimis pada waktu pelaksanaan nanti semua dapat berjalan optimal sesuai target kontrak yang ditetapkan.
Ia juga tak menampik, jika sebelumnya pelaksanaan kegiatan terlilit dengan beragam masalah, sehingga mendapat pemberian kesempatan penyelesaian pekerjaan selama 50 hari dari batas berakhir masa pelaksanaan.
Hal seperti itulah Penyedia Jasa harus benar-benar berhitung harga. Siapa pun pemenangnya menawarnya secara logis lah, bahwa jangan menawar serendah-rendahnya pada saat dilapangan nanti dia tidak mampuh.
“Saya harap yang relepan, jadi kami pekerja sebagai PPK itu tidak terlalu khawatir dan berfikir lagi. Kalau dia menawar rendah dan ternyata tidak mampuh ya repotlah kami sebagai PPK,”
Dan yang terpenting lagi, Penyedia Jasa nya itu yang dominannya ahli arsitektur. Karena dalam paket proyek Situ Gede ini nantinya mencakupi bangunan kios berikut pelatarannya dan area parkir.
Darmadi menerangkan, seperti halnya penataan Situ-Situ lainnya yang dibiaya oleh oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Halnya Situ Gede yang ada Bogor, pada waktu pelaksanaan nanti keberadaan kios-kios yang hendak di tata harus sudah dipastikan dalam keadaan kosong.
Tentu semuanya atas dasar regulasi yang ada “Kita sudah sampaikan melalui surat pemberitahuan di awal tahun dan sekarang menyampaikan surat kedua, bahwa akan ada kegiatan penataan. Dan itu kita sampaikan kepada semua elemen yang ada di Situ Gede,” tegas Darmadi.
Mengapa begitu, karena pekerjaan penataan ini skala prioritasnya dominan di darat. Sedangkan untuk ke bagian Situ nya nanti akan ditangani pada tahapan berikutnya, tambah Darmadi.
Diketahuinya, managementnya sekarang ini sudah berubah, mungkin kedepannya setelah dilakukan penataan akan kita serahkan ke Dinas SDA Provinsi. “Nanti akan ada koordinasi antara Dinas SDA Provinsi dan Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait gaimana mengelola Situ Gede ini, dan siapa yang berhak menempati kios dengan penataan baru tersebut,”
Karena setelah adanya koordinasi, mungkin saja semacan dilelang atau dengan perjanji kontrak, katanya.
Saya rasa kalau untuk mengakomodir semuanya sangat tidak mungkin, karena tidak seperti itu konsepnya.
Tentunya, kita hanya berharap kegiatan penataan Situ Gede ini berjalan optimal. Kalaupun ada sesuatu perubahannya saya akan kembalikan lagi ke Dinas atau ke Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jawa Barat, ujar Darmadi.
Kerena ini merupakan proyek strategis daerah. Artinya, sama saja dengan TAP Gubernur Jawa Barat, terang pria berkaca mata ini.|tommy riyaldi|






