TASIKMALAYA|Pelita Online | Pandemi Covid-19 atau Corona Virus Diesiensi 19 berdampak luar biasa pada segala sektor. Dampak melekat yang paling dirasakan adalah sektor kehidupan ekonomi rumah tangga.
Masyarakat yang mengikuti protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing tak ayal mengalami krisis ketersediaan kebutuhan pangan.
Di tengah krisis ekonomi akibat pandemi ini, kelompak Tani Organik Mandiri (TOM) Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya, justru membuat gebrakan inspiratif. Jum’at (08/01/2021), kelompok komoditas hortikultura dan peternakan ini justru panen ikan Nila Gesit guna mewujudkan ketahan ekonomi keluarga.
Menurut Ketua kelompok Tani Organik Mandiri (TOM) Kelurahan Parakannyasag Tommy Riyaldi, dengan di panen-nya ikan Nila Gesit bantuan dari Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Ikan (UPT BBI) Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya yang tebar benih pada 18 Agustus 2020 lalu, tak kurang menghasilkan 1 kintal Nila Gisit berukuran sedang dan kecil dari total bantuan sebanyak 5 ribu ekor berukuran larva (atau sebesar biji mentimun).
Sedangkan, bantuan dari BBI Kota Tasikmalaya yang ditebar pada 24 Agustus 2020 menjadi 15 kg dari bantuan sekitar 5 kg berukuran tiga jari dewasa atau 1 kg dengan volume 12 ekor.
“Alhamdulillah..,dari hasil panen Nila Gesit bantuan pemerintah Kabupaten/Kota Tasikmalaya, kami bisa merenovasi kolam untuk dijadikan kolam pemancingan profesional guna adanya penghasilan harian. Disamping masih terdapat dua kolam untuk budidaya”, ujarnya.
Dikemukakan ketua kelompok Tani Organik Mandiri di Kelurahan Parakannyasag ini, dengan hasil produksi perikanan ini sedikitnya sudah dapat menunjang perekonomian keluarga selain terpenuhi akan kebutuhan gizi.
“Sebagai salah satu indikator ketahanan pangan keluarga yaitu tercukupinya pengonsumsian pangan yang sehat dan dapat membuat stamina, imunitas tubuh kuat dan terjaga”, ujarnya.
Ia juga berpendapat bahwa melalui kegiatan seperti ini warga masyarakat disekitarnya lokus kelompok TOM di Kelurahan Parakannyasag
sekarang banyak yang mau bercocok tanam dan memanfaatkan lahan -laham kosong yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif.
Yang tentu tujuannya agar masyarakat bisa mengurangi pengeluaran belanja sehingga kebutuhan sayur-mayur dapat terpenuhi dari hasil bercocok tanam, terang Tommy yang kelompoknya memiliki motto “Menjaring Potensi Menebar Inspirasi”.
Tommy berharap Pemkot Tasikmalaya melalui dinas terkait bisa serius memperhatikan para warga masyarakat yang mau bergerak secara mandiri, melalui program pemberdayaan masyarakat.
“Koordinasi, sinergisitas, kolaborasi sebuah kata yang mudah dikatakan tapi sulit dilakukan. Idealnya pemerintah hadir dan ikut memerhatikan kelompok tani yang baru berdiri”, pungkasnya.
Sekretaris Camat (sekmat) Indihiang, Sodik Sunandi mengapresiasi kelompokTOM yang bergerak secara mandiri di tengah situasi saat ini.
Menurutnya hal tersebut patut dicontoh oleh lapisan masyarakat lainnya.
“Tentunya juga harus didorong oleh pemerintah Kelurahan setempat agar mereka yang mau bergerak mandiri bisa lebih mengembangkan kemampuannya di bidang pertanian,” pungkas Sekmat. (TOM)










