TASIKMALAYA| Pelita Online|Dua mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jabar.
Kedua mahasiswi KKN tersebut Nabila dan Anisa Program Studi Akutansi ini memilih skema KKN Balik Kampung (BK) yakni Kota Tasikmalaya.
Mereka melaksanakan KKN di daerah asalnya ini memilih Kelurahan Parakannyasag, karena dilihatnya, Kelurahan Parakannyasag banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan. Diantaranya sektor pertanian.
Dalam kegiatan KKN di hari kedua ini, atau tepatnya mulai Sabtu (16/1/2021), keduanya mengaku bukan hanya siap mengabdikan diri dalam membantu penduduk yang memerlukan daya pikir maupun tenaga, tetapi keduanya berinisiasi untuk turut memutus mata rantai penyebaran Pandemi Vovid-19.
Diantaranya, gagasan yang akan diimplementasikannya tersebut adalah akan membagikan sanitaiser dan masker agar warga menjadi lebih sadar betapa pentingnya menggunakan masker ditengah Pandemi Covid 19 ini. Meski sanitaiser dan masker yang akan dibagikan jumlahnya sangat terbatas, ujar Nabila.
Selain berupaya ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19 kami juga siap mengabdikan diri dengan cara ikut kerja di lahan yang di kelola oleh kelompok Tani Organik Mandiri (TOM) seperti halnya menyiram tanaman setiap pagi dan sore, sebagaimana yang Om Tommy lakukan, sambung Anisa yang mengaku memiliki waktu selama 8 jam setiap harinya untuk mengabdikan diri kepada penduduk selama dalam kegiatan KKN ini.
Hal tersebut disambut bangga oleh Tommy Riyaldi selaku Ketua Kelompok Tani Organik Mandiri.
Diakui Tommy, walaupun kedua mahasiswi ini bukan berasal dari kampus/universitas di daerah asal Kota Tasikmalaya, namun keduanya mempunyai rasa simpati yang tinggi kepada penduduk, khususnya kepada penduduk yang berprofesi petani.
Karena, jarang-jarang juga mahasiswi yang mengambil program bidang studi akutansi mau terjun ke lahan persawahan. Terlebih, lahan yang dikelola oleh kelompok TOM ini tengah melakukan rehap kolam, yang tentunya lumpur kolam banyak tersebar mengotori tempat tersebut, papar Tommy.
“Saya hanya merasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada penduduk Parakannyasag, karena dalam situasi ekonomi sulit lantaran Covid-19 ini mereka tetap semangat mengelola lahan untuk bertani”, Sambung Nabila yang lulusan SMUN 5 Kota Tasikmalaya ini.
Yang bikin saya lebih terharu lagi, adalah lahan pertanian yang tidak jauh dari tempatnya tinggal ini sudah sangat tertata rapih, bersih dan tentunya asri, tambah Nabila yang mengaku kegiatan KKN’nya relatif panjang selama 35 hari atau tepatnya hingga 20 Februari 2021.
Dengan waktu yang relatif panjang tersebut, kami bisa mengabdikan diri dengan turut menyiram tanaman setiap pagi dan sore-nya.
“Mulai besok kami kerja disini ya om, silahkan saja kalau om mau bermain lumpur di kolam, kami di saung ini saja sambil membuat laporan” tambah Nabila diamini Anisa sembari menunjuk saung Diskusi milik kelompok Tani Organik Mandiri. (tom).






