TASIKMALAYA|PELITA ONLINE| “Recycle adalah istilah yang juga dikenal dengan daur ulang. Dengan recycle, limbah diolah sedemikian rupa menjadi barang yang bisa didayagunakan kembali,” ujar Kustoyo,ST.MT Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V dalam sebuah percakapannya dengan Pelita Online belum lama ini.
Munculnya groundbreaking inovasi recycle untuk bahan material pekerjaan rutin jalan tersebut lantaran tiga tahun terakhir ini alokasi anggaran pemeliharaan rutin dan pembangunan di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V sangat jauh bila dibandingkan dengan panjang penangan jalan yang hampir mencapai 300 km.
“Ya.., kalau ditanya idealnya. Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang merencanakan Tahun Anggaran 2022 sekarang ini menargetkan dengan capaian 96 persen. Dengan demikian, minimal pihak kita dapat menangani sampai 10 persen dari jumlah total panjang jalan provinsi dalam wilayah kerja kita yang tersebar di 6 wilayah Kab/Kota,” papar Kustoyo.
Kustoyo menambahkan, adanya inovasi program recycle ini sekaligus menjadi jawaban atas kondisi keterbatasan anggaran pemiliharaan rutin dan pembangunan di tahun 2022 sekarang ini.
Dibantu SDM yang handal, baik dibidang pemeliharaan maupun dibidang pembangunan. Kita hanya berharap Inovasi recycle ini menjadi salah satu alternatif dalam pemenuhunan bahan material untuk kebutuhan pemeliharaan rutin infrastruktur jalan, harap Kustoyo.
Sehingga pelaksanaan pemeliharaan rutin jalan terus dapat berjalan walaupun di tengah keterbatasan anggaran yang kita alami ini hampir sepertiganya berkurang dari tahun-tahun sebelumnya, ungkap Kustoyo.
Disinggung kecukupan bahan baku untuk dijadikan material berdayaguna untuk pemenuhan kebutuhan pemeliharaan rutin. Kustoyo optimis, seluruh
stakeholder yang terlibat dalam program inovasi ini. Khususnya Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) yang ada di UPTD ini dapat memanfaatkan bahan untuk pemeliharaan infrastruktur jalan secara merata, pinta Kustoyo.
Rencananya, bahan baku yang akan kita manfaatkan nanti adalah limbah hotmix atau (cold milling) bekas kerukan pada pekerjaan pelebaran dan rekonstruksi ulang di ruas jalan Tasikmalaya-Karangnunggal nanti. Meski pembangunan cuma sepanjang 2,84 km, namun akan kita manfaatkan sebaik mungkin, terang Kustoyo.
Dalam paparanya, Kustoyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh SPPJJ yang ada di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V ini yang secara intensif bekerja menangani pemeliharaan rutin jalan tanpa mengenal lelah dan waktu dari tahun ke tahun.
Inilah hikmahnya, dibalik ujian dampak Pandemi Covid-19 yang berimbas pada menyusutnya anggaran pemeliharaan rutin jalan secara signifikan, kita masih dapat berupaya menanganinya dengan progran inovasi recycle untuk tahun 2022 ini. Karena dalam wilayah kita, tidak ada kerusakan jalan dengan tingkatan parah lantaran disebabkan tidak tertanganinya oleh pemeliharaan rutin, kata Kustoyo bangga.
Dengan demikian, kita masih dapat menghindari perbaikan pemeliharaan rutin dengan lapisan aspal penetrasi. Karena sangat tidak mungkin standar jalan provinsi menggunakan lapisan aspal penetrasi, singgung Kustoyo.
Menjawab pertanyaan, apakah pelaksanaan inovasi recycle ini akan menjadi sebuah program Dinas DMBPR provinsi Jabar secara keseleruhan di tahun-tahun berikutnya. “Saya kurang tau, yang pasti kita hanya mengikuti arahan dari Gubernur Jabar untuk terus berinovasi. Kita punya visi Jabar Juara Lahir Batin dengan kolaborasi dan Inovasi, sehingga percepatan di bidang yang kita tanganani harus kita lakukan,” pungkas Kustoyo yang mengaku masih kekuragan satu tenaga ahli dibidang pembangunan untuk diposisi PPK. |laporan: tommy riyaldi|










