TASIKMALAYA|Pelita Online|Tebing penahan tembok aliran air bersumber dari irigasi Sukamandi yang terdapat di daerah Rarangjami, Kelurahan Indihiang,
Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya sudah sejak lama mengalami kerusakan. Namun hingga saat ini belum juga mendapat perbaikan.
Tidak menutup kemungkinan, puluhan haktare area persawahan, peekebunan, kolam dan air untuk kebutuhan rumah tangga, hewan yang ada di wilayah Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang akan mengalami kekeringan bila tembok tebing penahan aliran air tersebut roboh.
H. Jaja, masyarakat kampung Bungkil, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya mengatakan, akan terjadi kekeringan total apa bila tembok penahan aliran air dari irigasi Sukamandi tersebut benar-benar jebol.
Dan tidak menutup kemungkinan, tembok penahan aliran air tersebut jebol bila tidak segera diperbaki, kata H. Jaja yang sengaja membawa Pelita Online kelokasi tebing yang mengalami kerusakan tersebut, Minggu (6/6/2021) sore hari.
Terlebih, air yang melintasi tebing yang mengalami penurunan tanah tersebut sudah mulai meresap dan turun melalui celah-celah batu pondasi yang masih melekat pada tembok penahan air tersebut, papar H. Jaja sembari menunjuk ke arah bagian bawah pondasi.
Dengan jebolnya tembok penahan air tersebut, sudah dapat saya pastikan, semua yang ketergantungan air yang bersumber dari irigasi Sukamandi akan mengalami kekeringan. Terutama yang berada dibagian hilir, papar H. Jaja.
Kalau menunggu bencana jebolnya tembok siapa yang akan dirugikan. Tentu mulai dari petani, peternak, rumah makan, kolam-kolam ikan, kolam pemancingan, bandar beras dan sekalipun pengusaha pupuk akan dirugikan, sebut H. Jaja satu-persatu.
Menurut H. Jaja, selama ini, bila debit air kecil, itu masih dapat dicari kesumbernya langsung yakni ke pintu pengaturan air irigasi Sukamandi yang tak jauh dari lokasi tebing yang terancam jebol tersebut.
Dan memang seperti itulah kenyataanya selama ini, lantaran untuk wilayah Kelurahan Parakannyasag sulit sekali dialiri air kalau tidak dicari sampai kesumbernya langsung, tambah H. Jaja.
Terlebih wilayah Kelurahan Parakannyasag belum memiliki Ulu-ulu (pengatur/pembagi air) yang disepakati oleh berbagai pihak yang merasa memerlukan peranan Ulu-ulu, singgung H. Jaja.
Keterkaitan dengan tebing saluran penahan air yang terancam jebol tersebut, H. Jaja mengaku sudah menyampaikannya kepada pengkoordinir retribusi untuk ulu-ulu supaya tebing yang terancam jebol tersebut segera diperbaiki.
Karena kalau berharap minta diperbaiki oleh pemerintah, entah sampai kapan akan terealisasinya. Semantara, tebing yang terancam roboh tersebut harus segera diperbaiki dalam waktu dekat ini, terang H. Jaja.
Adapun solusinya, kami para pengangon bebek petelur yang memanfaatkan lahan-lahan persawahan pasca panen yang notabene membutuhkan air siap menyumbangsi tenaga. Asalkan ada bahan-bahan untuk perbaikan, meski perbaikanya secara penanggulangan darurat dulu, saran H. Jaja.
Dengan diperbaikinya tembok penahan air untuk sementara waktu, Insyah Allah, sedikitnya akan dapat menahan tekanan air meski volume air meningkat disaat turun hujan, tandas H.Jaja. (TOM)










