oleh

Penurunan Badan Jalan, Setiap Tahun Ditangani Pemeliharaan Rutin

TASIKMALAYA |Pelita Online| Beberapa ruas jalan provinsi dalam wilayah penanganan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V kerap terjadi penurunan badan jalan setiap tahun-nya.

Hal tersebut dibenarkan Yayat Ruhiyat selaku KSUP 2, ruas jalan provinsi yang kerap terjadi penurun badan jalan tersebut menurutnya terdapat dalam wilayah penanganannya. Yakni ruas jalan Tasikmalaya-Cipatujah.

Dikatkannya, di ruas yang ditanganinya tersebut terdapat dua titik yang kerap terjadi penurunan badan jalan. Diantaranya di KM. BDG 125.800 yang berada di Desa. Sirna Jaya, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya dan KM. BDG. 141.100 yang terdapat di Kp. Lemahneundeut, Kec. Cibalong, Kab. Tasikmalaya.

Diakuinya, meskipun setiap tahunnya kerap terjadi penurunan badan jalan hingga mencapai 20 cm dampak dari faktor alam, namun keberadaannya samasekali tidak menganggu kelancaran arus lalu lintas.

Hal ini lantaran ditangani secara rutin dan intensif baik oleh SUP terdahulu maupun SUP yang baru-baru sekarang.

BACA JUGA  Sempat Kosong, Stok Darah di PMI KBB Kini Aman

Terhitung sampai hari ini saja, sudah 8 dump truck atau tidak kurang dari 56 meter kubik bahan material berupa agregat sudah dihabiskan untuk menangani pemadatan pada titik jalan yang terjadi penurunan tersebut, ujar Yayat yang baru tahun 2021 sekarang ini menangani ruas jalan Tasikmalaya-Cipatujah, kepada Pita Online di ruang kerjanya, Kamis (1/4/21).

Secara terpisah, didampingi Didi (PPK Rehabilitasi), Kasi Pembangunan Bidang Jalan dan Jembatan H. Kustoyo, ST mengaku tidak mau gegabah dalam mengambil tindakan untuk menanganinya dengan solusi membangun jembatan tepat dititik adanya penurunan badan jalan.

“Kita tidak mau mengambil resiko, dengan ujug-ujug mengajukan pembangunan. Terlebih solusinya mengajukan pembangun jembatan baru dititik-titik yang lokasinya terjadi penurunan badan jalan”, ungkap Kustoyo yang terbilang selalu berhati-hati dalam menangani bidang pekerjaannya ini.

Kustoyo pun tidak memungkiri, meski para pejabat yang berkompeten ditingkat Dinas Bina Marga Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat telah melakukan penelitian dan kajian dititik yang terjadi penurunan badan jalan tersebut, namun mereka pun tidak mau mengambil resiko dengan membuat jembatan baru.

BACA JUGA  PWI Kabupaten Bogor, Hadirkan Empat Nara Sumber di Kegiatan Sosialisasi Pra UKW.

Hal ini lantaran penurunan badan jalan tersebut dibabkan faktor alam, yang terdapat di dalam tanah dengan kedalam tertentu. Sehingga harus dilakukan dengan penelitian tanah terlebih dahulu secara khusus, teran Kustoyo.

Adanya penurunan badan jalan ini bukan terdapat di ruas jalan provinsi yang ada dalam wilayah Kab. Tasikmalaya saja, jalan provinsi di dalam wilayah Kab. Kuningan dan Ciamis pun ada, tandas Kustoyo.

Bisa saja solusinya dibangun jembatan layang, tapi kalau tidak diteliti dan dikaji secara khusus bisa juga jembatannya ikut turun, ungkap Kustoyo menggambarkan resikonya, saat diwawancara Pelita Online di ruang Pembangunan, Rabu (31/3/21). (TOM)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed