oleh

Dinilai Tidak Profesional  Dalam Memberikan Penilaian, Raza “Dihujat” oleh Pendukung Ligea.

BANDUNG,| Pelita Online| – Sumpah serapah pendukung Ligea, peserta Liga Dangdut Indonesia ( LIDA) 2021, yang di alamatkan kepada salah seorang tim juri dari kelompok putih bernama Reza, bukan tidak beralasan.

Dalam tayangan acara yang disiarkan salah satu stasion TV swasta Indosiar kemarin malam Reza, dinilai para netizen dan pendukung Ligea sangat tidak profesional, jauh dari azas keadilan dalam memberikan penilaian kepada peserta dari utusan duta Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini,

Akibat dari penilaian yang tidak profesioanal itulah, Ligea jadi tereliminasi.Wajar saja, kalau Reza mendapat hujatan cacian dan sumpah serapah, dari para netizen serta pendukung dan simpatisan penyanyi mudah asal Kota Palembang ini. Karena Reza.secara terang terangan sudah membuat para netizen dan pendukung Ligea kecewa.

BACA JUGA  Trikarya Siapkan 2000 Unit Rumah Siap Huni, Dimulai Dari Kabupaten Kuningan Jabar

Syaifuh Bahri, salah seorang tokoh masyarakat, Sumsel, berkomentar dilaman facebook. Dia mengatakan, sangat terkejut, kalau caranya begitu, Reza betul-betul tidak layak jadi juri, Reza itu, hanya bisa bernyanyi, ilmu untuk evaluasi, menilai dia tidak punya. Ini patut dipertanyakan kepapa Indosiar. Mengapa ?. Karena disitu jelas 3 orang juri memberikan SO kepada Ligea, dan polingnya pun, Ligea mendapat urutan kedua. Sedangkan yang dipertahankan Reza, peserta dari Jawa Tengah Vidia, yang  polingnya  terendah, lagi pula juri saat itu hanya dua orang yang memberikan SO kepada Vidia

“Yang menjadi pertanyaan koq bisa tiga orang juri dikalahkan oleh satu orang. Tidak habis pikir, teori apa yang diterapkan indosiar. Kalau boleh jujur penampilan Ligea malam itu sangat bagus, wajarlah kalau Ligea mendapat SO. Selain itu dukungam SMS dan Votenya juga memdapat urutan kedua. Indosiar harus evaluasi ini, kalau tidak mau ditinggalkan oleh.pemirsah,”tegas Syaiful.

BACA JUGA  Merawat Ibu di Usia Senja

Ajang LIDA 2021, peserta Sumsel yang lolos audisi sampai ke babak penyisian hanya dua orang, Ligea dan Alisyah. Namun, kini tersisa satu orang, yakni Alisyah.dari desa Pedamaran Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI. “Untuk itu, kita harus fokus mendukung Alisyah, dengan cara kirim SMS dan Vote melalui  aplikasi shopee. “Kawal terus Alisyah, agar tidak menjadi korban seperti Ligea. Ingat tagline kita. Maju sikok Maju Galo “ujar Syaiful. (cak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed