SUKABUMI|PELITA ONLINE|Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah II Provinsi Jawa Barat diminta tegas mengevaluasi proyek preservasi yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa (PJ) tahun 2021 dalam wilayah kerja Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 yang menangani ruas Cibadak-Bagbagan-Cibareno.
Sebagaimana diberitakan Pelita Online sebelumnya, Sabtu 22 Januari 2022 lalu terkait “Penurunan Badan Jalan di Lokasi Proyek Penanganan Longsoran” ternyata buruknya mutunya hasil pekerjaan bukan hanya yang terdapat di KM-BDG 116/KM-BDG 117 saja.
Pengembangan lebih lanjut Pelita Online, Senin 24 Januari 2022 disepanjang ruas Cibadak-Bagbagan-Cibareno tersebut terdapat banyak hasil pekerjaan yang tidak bermutu.
Penurunan badan jalan yang diduga dampak dari buruknya konstruksi lapisan pondasi bawah atau istilah teknisnya (subbase course) terjadi di wilayah Bantargadung atau tepatnya antara KM-BDG 136 dan KM-BDG 137.
Disana, dilokasi yang tepat berada ditikungan tapal kuda tersebut juga terdapat pekerjaan penanganan longsoran dengan sistem teras tebing sekitar 4 meter ke bawah dengan panjang sekitar 50 meter.
Masih dalam pantauan Pelita Online diseberang jalan penanganan longsoran tersebut terdapat juga pekerjaan tembok penahan tanah sekitar 100 meter yang lengkap dengan saluran draenase.
Dalam pengamatan, empat item pekerjaan yang terdapat di satu titik lokasi tersebut terlihat cukup memprihatinkan. Tidak hanya hasil rekonstruksi ulang jalan saja yang buruk lantaran sudah terdapat penurunan badan jalan, juga tembok penahan tanah dan saluran draenase sudah banyak yang mengalami kerusakan berat.
Salah seorang warga, Aditya mengatakan, selesainya semua pekerjaan ini sekitar akhir tahun 2021 lalu. Menurutnya, kerusakan proyek baru selesai ini semestinya diperbaiki dan sirapihkan karena membahayakan. “Semua pekerjaan tembok penahan dan saluran di semua titik selesai jelang tahun baru,” kata Aditya kepada Pelita Online, Senin (24/1/2022).
Dia mengatakan, terkadang ada pengendara yang mengalami kecelakaan di jalan tersebut, terlebih pada malam hari.
“Ada juga, ada yang jatuh dari motor atau tabrakan. Malam apalagi, penerangan jalan juga kurang maksimal,” ujarnya.
Warga lainnya, emak Enung (65) juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, jalan yang biasa dilewati kendaraan besar ini dibangun sekitar pertengahan tahun 2021 tapi sudah rusak lagi.
“Ini kan jalannya suka dilewatin bus sama truk yang angkut barang, ya harusnya dapat perhatian khusus lah perbaikannya, apalagi kondisinya baru. Kalau yang di depan rumah ibu ini wajar rusak begini karena belum dibangun,” kata ibu tersebut sambil menunjuk pertemuan jalan yang baru bangun dan yang belum mendapat perbaikan tepat berada di depan rumahnya.

Terpisah, tiga orang pekerja pembersih rumput di ruang milik jalan (rumija) yang ditemui Pelita Online tepat di KM-BDG 133 mengatakan, kalau yang mengerjakan penanganan longsoran, tembok penahan dan saluran draenase semuanya pak Jumbo pemborongnya.
Termasuk kita tiga orang ini pekerja pak Jumbo, tapi bukan di proyek pekerjaan penangan longsoran melainkan kita masuk dibagian program Padat Karya Tunai (PKT), namun tetap nginduknya ke pak Jumbo.
Secara keseluruhan sebenarnya ada lima kelompok, dalam satu kelompoknya terdapat tiga orang yang tersebar dari Cibadak sampai Palabuhanratu. Selanjutnya terdapat juga kelomlok yang mulai dari Palabuhanratu sampai Cibareno dengan total kelompok dan anggota kelompok yang sama.
Selanjutnya ada juga Kelompok (PKT) dibagian draenase, itupun masuk dan mengindukya ke pak Jumbo, ujar ketiga pekerja yang mengaku dari Surade dengah bayaran Rp.100 ribu/hari ini.
“Untuk perbaikan, seperti tambal sulam jalan rusak berlubang, itu kita tidak tau. Mungkin dari PUPR,” katanya yang mengaku tidak tau wajah pak Jumbo dan tidak tau juga PPK yang manangani ruas tersebut.
Kali kedua berita jalan nasional ruas Cibadak-Bagbagan-Cibareno yang menjadi kewenangan PPK 2.2 ini diturunkan, baik PPK maupun Kasatkernya belum berhasil dimintai konfirmasinya, terkait proyek preservasi maupun program PKT karena menurut keterangan keduanya berkantor di kawasan Bandung. |tommy|





