Ditangani Isentif, Jalan Nasional Ruas Bagbagan-Jampangkulon-Tegalbuleud Jauh Lebih Mantap

SUKABUMI|PELITA ONLINE|Memiliki panjang 97 km, jalan nasional ruas Bagbagan-Jampangkulon-Tegalbuleud saat ini jauh lebih mulus setelah secara insentif setiap tahun atau tepatnya sejak tahun 2013 mutlak menjadi kewenangan pihak pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR Bidang Ditjen Bina Marga melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah II Provinsi Jabar.

Sebagaimana pengamatan Pelita Online dari tahun ke tahun tepatnya sejak tahun 2012, ruas Bagbagan-Jampangkulon-Tegalbuleud yang notabene berada dalam wilayah Kabupaten Sukabumi baguan selatan ini termasuk daerah yang termaginalkan.

Namun memasuki tahun 2013, ruas jalan yang resmi berstatus menjadi jalan nasional tersebut mulai membuka ruang-ruang kehidupan masyarakat lantaran ditunjang infrastruktur jalan yang mulus dan mantap.

Sebagaimana hasil penelusuran Pelita Online di tahun 2021/2022 ini, diketahui jalan nasional ruas Bagbagan-Jampangkulon-Tegalbuleud sekarang ini menjadi tanggungjawab penuh pihak PPK 2.3 untuk mengelola dan memelihara-nya.

Mochamad Azis ST MT, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 kepada Pelita Online mengatakan kalau pihaknya di tahun 2021 lalu berhasil menangani beberapa item pekerjaan, mulai dari peningkatan badan jalan dengan konstruksi fleksibel, pembuatan tembok penahan tebing dan perbaikan beberapa buah jembatan yang secara keseluruhan ditangani melalui pekerjaan preservasi.

Disamping itu, terdapat juga pekerjaan penanganan-penanganan longsoran, kata Aziz belum lama ini melalui surat klarifikasi yang ditujukannya kepada redaksi Pelita Online tertanggal 09 Maret 2022 dengan nomor: HM.01/PJNWil.II-JBR/PPK2.3/III/2022/72, dengan perihal tanggapan berita di pelitaonline.co.id tertanggal 04 Maret 2022.

Proses pembuatan saluran air di jalan nasional Bagbagan-Jampangkulon-Tegalbuleud melalui paket preservasi tahun 2022, guna meminimalisir air hujan merusak kondisi badan jalan.(poto:tom)

Atau lengkapnya meliputi kegiatan dengan lingkup pekerjaaan yang dikerjakan tahun 2021 yaitu penanganan rehabilitasi jembatan
cimandiri, penanganan longsor, penanganan rehabiltasi mayor jalan, dan penanganan
rutin jalan dengan penanganan holding dan penanganan pemeliharaan rutin, dengan
panjang ruas jalan yang ditangani 97 Km dan masa pelaksanaan selama 326 hari kalender
berakhir sampai dengan 31 Desember 2021.

“Mengantisipasi musim penghujan diawal bulan Oktober 2021 yang pada kenyataannya hingga sampai saat ini masih turun hujan, maka sengaja pihak Penyedia Jasa (PJ) kita tekankan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan hotmix terlebih dahulu. Hingga memasuki musim penghujan kondisi jalan yang sudah di hotmix sudah mantap dan nyaman dilalui pengguna jalan memasuki musim penghujan,” terang Aziz dalam paparan surat klarifikasi yang dilayangkannya.

Dengan mendorong pihak Penyedia Jasa dalam hal ini PT. Arimbi Putrijaya untuk dapat menyekesaikan pekerjaan lebih awal, maka semua pekerjaan preservasi 2021 terlaksana sesuai rencana, katanya.

Yang tak kalah penting lagi di tahun 2021, serangkaian dengan pekerjaan tersebut pihaknya telah pula dapat menyelesaikan perbaikan jembatan Cimandiri, yang mana kondisi jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan yang cukup parah, terang Aziz lagi.

Merasa bersyukur lantaran di tahun 2021 semuanya sesuai rencana, maka ditahun 2022 sekarang ini kita sudah mulai melaksanakan pekerjaan-pekerjaan minor seperti halnya pembuatan saluran-saluran draenase dibeberapa titik, dengan tujuan meminimalisir air yang dapat kembali merusak jalan.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini juga, PT. Bina Infra selaku pihak Penyedia Jasa di tahun 2022 dalam waktu dekat ini sudah dapat menggelar peningkatan badan jalan. Sehingga memasuki bulan suci Ramadhan jalan kian mantap. |tommy riyaldi|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *