TASIKMALAYA|PELITA ONLINE|Proses pembangunan Jalan Lingkar Utara (Jembatan Ciloseh) Kota Tasikmalaya yang digarap PT. Duta Mas Indah (DTI) selaku Penyedia Jasa (PJ) dan PT. Trie Mukty Pertama Putra selaku kerjasama operasional (KSO) terus berjalan. Dimana saat ini hasil liputan kedua Pelita Online Kamis 17 Maret 2022 progres pembangunan tercatat sudah mencapai 19,6 persen.
Jembatan Ciloseh dibangun untuk menghubungkan Jalan Lingkar Utara menuju jalan nasional ruas Nagreg-Tasikmalaya-Ciamis yang notabene masuk dalam wilayah kerja PPK 4.4.
General Supervisor (GS) PT. Duta Mas Indah, Ari Nugroho ST saat menerima kunjungan Pelita Online di lokasi proyek Kamis 17/3/22 mengatakan, pembangunan Jembatan Ciloseh sudah memasuki pemasangan 56 titik Bored Pile dari 112 titik Bored Pile yang memiliki fungsi layaknya tiang pancang. Mudah-mudahan di bulan Mei mendatang pihaknya sudah pada capaian pemasangan pile cap atau pilar-pilar penyangga, harap Ari.

“Nantinya, setelah pemancangan tiang selesai, tinggal pemasangan pile cap, pilar-pilar, abutment dilanjut dengan pengecoran bagian atas jembatan dan pemasangan gelagar. Melihat capaian progres yang ada, kita optimis pembangunan jembatan akan selesai tepat waktu, bahkan kita lebih optimis lagi akhir Desember 2022 sudah bisa rampung secara keseluruhan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan Ciloseh ini dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 senilai Rp. 102.225.050.400. Bangunan jembatan permanent berkonstruksi beton dengan panjang 252 meter dan lebar 24 meter ini akan dikengkapi tugu senjata berjenis kujang berukuran besar dikedua pangkal jembatan.
Sesuai kontrak pembangunan jembatan ini dikerjakan 422 hari kalender terhitung sejak 5 November 2021. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Duta Mas Indah perusahaan besar asal Semarang Kota Jawa Tengah ini terbilang berpengalaman menangani jembatan-jembatan nasional baik pulau Jawa maupun Sumatera.
Menjawab mitra kerjasama operasional (KSO) bersama PT. Trie Mukty Pertama Putra, Ari mengakui selama ini cukup profesional, sehingga baik kebutuhan alat, maupun mutu bahan sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti, katanya. |tommy|








