H. Kustoyo, ST: Antara Kepercayaan dan Tantangan

TASIKMALAYA|PELITA ONLINE|Mengemban sebuah jabatan strategis atau tepatnya selaku Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V Dinas DBMPR Provinsi Jabar bukanlah hal mudah untuk ukuran saat ini ditengah morat-maritnya anggaran dibidang infrastruktur jalan.

Tapi bagi saya tidaklah begitu, karena ini adalah sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Demikian dikatakan H. Kustoyo, S.T kepada Pelita Online, Kamis (17/3/2022).

Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V Kustoyo menyampaikan, bahwa kualitas kondisi jalan saat ini sedang menurun dan dibarangi dengan anggaran yang jauh berkurang tentu sebuah tantangan yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan jeli dalam menyiasatinya, ujar Mustoyo yang pernah menjabat selama 2 tahun selaku Kasie Pembangunan dan sekitar 6 bukan plt Kasi Pemeliharaan ini.

Menurut Kustoyo, menjawab tuntutan masyarakat ditengah menurunnya kualitas jalan dan menurunnya anggaran pemeliharaan rutin jalan yang hanya seperempatnya dari tahun-tahun sebelumnya tentu harus dengan upaya berjibaku dalam penanganannya.

Dan ini sudah saya koordinasi ditingkat internal, yang pasti untuk pemeliharaan bagaimana caranya kita dapat melaksanakan pemeliharaan rutin jalan dengan anggaran pemeliraan rutin yang terbatas sekarang ini, tandas Mustoyo.

Berbicara sedih cukup sedih lah, tapi bagaimana pun harus di coba. Salah satu solusinya adalah memanfaatkan material maupun sisa-sisa bahan material bekas pemeliharaan sebelumnya. “Itu salah satu solusinya,” ujar Mustoyo sedikit sedih.

Contohnya lagi, di tahun ini ada sedikit pekerjaan pada ruas Tasikmalaya-Karangnunggal sekitar 3 km nanti kan ada (cold milling), cold milling itu maksudnya hasil kerukan aspal lama untuk digantikan dengan aspal baru. Nah, itu juga bagian dari solusi menyiasati keterbatasan anggaran dan bahan, jelas Kustoyo.

Namun cold milling yang akan dimanfaatkan nanti tentu dengan hasil pengolahan ulang, tambah Kustoyo yangboeenah menjabat 3 tahun sebagai Kasie Pemeliharaan di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan VI ini.

Selanjutnya, dalam waktu yang dekat ini Gubernur ingin ada penanganan jalan yang sifatnya segera, jadi hasil rapat di Bapeda Provinsi Jabar belum lama ini ada anggaran yang tidak terduga yang akan dimanfaatkan untuk tambahan pemeliharaan rutin jalan yang bersifat segera mauoun urgen, dengan kriteria-kriteria penangan terntunya. Misalnya permintaan maupun usulan dari masing-masing pemerintah daerah, namun kapan anggaran pemeliharaan rutin segera dan penangan urgen ini akan terealisasi, kita juga masih dalam menunggu, katanya.

Namun dibalik sedihnya keterbatasan anggaran tahun 2021-2022 sekarang ini, seiring dirinya mengemban amanah selaku Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V, ada sedikit kebanggaan tersendiri.

Yakni, secara keseluruhan 3 PPK tahun 2021 diantaranya Ridwan S Lesmana, Didi dan Son Haji sekarang diangkat dan dipromosikan menjadi Kasie (Kepala Seksi) baik ditingkat Dinas DBMPR Provinsi Jabar di Bandung, UPTD Jalan dan Jembatan Wipel IV maupun di UPTD V ini sendiri. |tommy riyaldi|

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *