SUKABUMI|PELITA ONLINE|Disamping membangun infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) berskala besar, halnya Situ, UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno, juga membangun infrastruktur kerakyatan seperti jaringan saluran irigasi untuk mendistribusikan air hingga ke areal persawahan.
Pembangunan jaringan sungai, danau, waduk dan pantai (Sundawapan) juga salah satu garapan khusus yang dilaksanakan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat melalui UPTD PSDA untuk meningkatkan fungsi utama Sundawapan.
Ir. Andria Hendraningrat mengatakan, banyak hikmahnya selama dipercaya mengemban tugas di Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar hingga mengantarkannya menjadi Kepala UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno sampai sekarang ini.
“Salah satunya dapat bersentuhan langsung dengan banyak petani selama di Dinas SDA ini,” papar Andria saat dikunjungi Pelita Online di kantor UPTD PSDA Cisade-Cibareno, Jalan Kaswari No:40, Kota Sukabumi, Kamis (20/1/2022)
Memanfaatkan waktu di tahun ini memasuki masa pensiun, nampaknya gagasan bapak dua orang putri di tahun 2022 ini tidak main-main. Sebuah program pembangunan yang akan menjadi fenomenal bila kelak terwujud nyata.
Saya yakin, berkerjasama dengan Food And Agriculture Organization of The United Nation (FAO) dan Southeast Fisheries Development Center (SEAFDEC) bersama Prof. Lee Baumgartner (Charles Sturt University) membangun fishway atau jalan ikan yang berlokasi di wilayah kernja UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisase-Cibareno ini terwujud.
Lebih yakin lagi, didukung banyak oleh berbagai pihak. Bukan hanya elemen masyarakat melainkan Dinas instansi terkait. Karena fishway ini merupakan pembangunan infrastruktur air sekaligus melestarikan beberapa nilai ekosistem.
Dan yang tak kalah penting lagi, hasil riset Kementerian Perikanan dan Kelautan, fishway dapat membantu melestarikan migrasi spesies ikan air tawar untuk dapat berkembang biak dengan baik, imbuh Andrea.
Diantaranya ikan Sidat dan ikan Soro, ikan Soro itu merupakan ikan dewa. Keduanya merupakan ikan bernilai ekonomi tinggi, untuk saat ini saja harganya mencapai Rp 200 rb, sampai Rp 300 rb/kg.
Yang mana keberadaan populasi ikan ini tidak sebanyak di tahun 2013 lalu yang pendapatan secara keseluruhan dari para nelayan, pemancing mencapai Rp. 174 miliar setiap tahunnya. Disaat sekarang hanya Rp. 7 milyar saja sesuai catatan Andrea hasil pertemuannya dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi tentang pelestarian ikan Sidat dan Soro.
“Dengan perencanaan yang matang, pembangunan fishway yang akan dilaksanakan tahun 2022 ini di wilayah kerja UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno merupakan pilot projek bukan hanya di Jawa Barat, melainkan di tanah air,” ungkapnya.
Diharapkan, dengan terlaksananya pembangunan fishway ini kedepan dapat meningkatkan produktivitas nelayan ikan Sidat dan Soro hingga dapat membantu pemulihan ekonomi akibat Pandemi Covid-19, tandas Andrea.|tommy|










