TASIKMALAYA|PELITAONLINE|Warga Desa Benteng, Kabupaten Ciamis dan warga Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengharapkan pembangunan “Jembatan Betmen” (Benteng-Manonjaya) dapat segera terwujud, mengingat penutupan jembatan Cirahong dinilai menghambat aktivitas ekonomi rakyat.
“Sempat ditinjau oleh pak Uu bersama jajaran pejabat dari Dinas Bina Marga Provinsi,” ujar H. Tatang warga Desa Benteng, Kabupaten Ciamis menyebut nama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dengan sebutan Uu sembari menunjuk kearah kampung yang ada diseberangnya.
Dia bersama warga mengharapkan agar “Jembatan Betmen” tersebut dapat dibangun. Karena nantinya jembatan yang akan membentang sungai Citanduy ini akan menjadi rute terdekat antara Kab. Ciamis dan Kab.Tasikmalaya.
“Semenjak jembatan Cirahong ditutup permanen dilalui kendaraan roda empat. Kecuali sepeda motor yang masih diperbolehkan, membuat banyak warga pencari nafkah pengguna mobil harus berkeliling jauh ke pusat kota dulu. Semula bisa ditempuh dengan waktu 15 menit dari Ciamis melewati jembatan Cirahong masuk ke wilayah Kab.Tasikmalaya. Sekarang bisa sejam menambah jarak, waktu yang tentunya menambah pengeluaran (BBM),” papar H. Tatang.
Warga juga banyak yang sudah mendengar, imbuh H Tatang, bahwa pemerintah sempat mewacanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Benteng Kab.Ciamis dan Manonjaya, Kab.Tasikmaya. Namun kadang informasi itu timbul-tenggelam. Yang pastinya, penutupan jembatan Cirahong sudah terjadi.
Untuk memastikan pernyataan apa yang dikatakan H. Tatang terkait penutupan jembatan Cirahong, pelitaonline.co.id pun coba melihat jembatan Cirahong tersebut. Ternyata benar, kesungguhan penutupan oleh pihak pengelola jembatan dari PT KAI (Kereta Api Indonesia) tak main-main. Dua tiang besi berukuran paha orang dewasa tersebut tertancap kokoh tak jauh dari mulut jembatan Cirahong, dan tak sedikit pun memberi celah mobil masuk.
Selanjutnya, guna memastikan kebenaran akan dibangunannya “Jembatan Benteng” yang telah menjadi buah bibir masyarakat kedua kabupaten tersebut, pelitaonline pun coba mengkonfirmasi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar yang digadang-gadang akan menangani teknis pembangunan “Jembatan Betmen” tersebut.
Namun sayang, pejabat kompeten Dinas DBMPR Provinsi Jabar yang ada di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V saat itu sedang tidak berada ditempat.
Namun diperoleh keterangan dari bagian humas UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan V, Uyu Suryana, Senin (6/12) kemarin mengatakan kalau rencana pembangunan jembatan Manonjaya Kab. Tasikmalaya atau yang disebut “Jembatan Betmen” karena menghubungkan Kelurahan Benteng, Kab. Ciamis dan Manonjaya Kab. Tasikmalaya yang membentang diatas sungai Citanduy dengan panjang 800 meter lebih sebenarnya sudah perencanaan lama.
Bahkan sepengetahuan saya, Feasibility Study atau uji study kelayakannya sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu.
“Mengapa saya berani sebutkan itu, karena saya pernah mengikuti tim dari humas DBMPR Provinsi ke lokasi tersebut,” ujar Uyu.
Tapi bukan rangkaian kunjungan kerja yang baru-buru ini Wakil GubernurJabar beserta Kepala Dinas DBPR Provinsi dan Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah V yang belum lama ini melakukan kunjunhan kerja ke wilayah itu, kata Uyu.
Bahkan secara kasat mata, di lokasi sudah ada terpasang patok sebagai ciri untuk akses jalan menuju lokasi rencana “Jembatan Betmen” katanya lagi. Tepatnya di wilayah Benteng melewati Dishub sebelah kiri kalau kearah selatan terdapat POM mini yang sudah ada patok, katanya.
Namun memang, dari munculnya perencanaan di tahun 2015 dan sempat lama tidak terdengar realisasi kelanjutannya, baru sekarang ini kembali mencuat setelah diketahui ada perbaikan/ditutupnya jembatan Cirahong, katanya lagi.
Seperti diketahui sekarang, dengan mencuatnya kembali akan dibangunanya “Jembatan Betmen” cukup mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar.
Hal ini dapat saya katakan, disaat Bupati Kabupaten Kab. Ciamis bertemu Kepala Dinas BMPR Provinsi Jabar disuatu pertemuan, yang kalau tidak salah di kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V ini. Pak Kadis sempat menyampaikan peryataan Gubernur ke Bupati Ciamis, yang intinya kalau kita mengandalkan anggaran dari provinsi sepertinya tidak mungkin, maka harus berupaya anggaran ke tingkat pusat.
Dan sepertinya saat itu, Kadis BMPR menyatakan siap menempuh sampai ke tingkat Direktorat Bina Marga Kemwnterian PUPR, ungkap Uyu.
Mungkin, kunjungan Wakil Gubernur dan Kepala Dinas BMPR Provinsi Jabar beserta jajaran dalam rangkaian arahan Gubernur yang memang terkait pembangunan “Jembatan Betmen” swbagaimana saya ketahui sudah menjadi topik pembahasan ditingkat provinsi, ungkap Uyu lagi.
Saya rasa pasti akan terwujud, tapi entah kapan. Yang pasti kalau terwujud akan menjadi sebuah pembangunan yang monumental bagi pemerintahan provinsi jabar, disamping jembatan indah dengan pemandangan genanangan Waduk Leuwikeris, tandas Uyu berandai-andai. |TOM|










