Ruas Jalan Provinsi Cibadak-Cikidang Banyak Kondisi Lelah

SUKABUMI|PELITA ONLINE|Tidak hanya mata yang bisa lelah, ruas jalan pun nampak terlihat lelah kalau lama tidak diperbaiki. Kondisi jalan lelah ini pun cukup beralasan ditujukan pada ruas Cibadak-Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Hasil pantauan pelitaonline.co.id Kamis (3/2/2022), jalan yang nampak terlihat dalam kondisi lelah tersebut mulai dari KM-BDG 166 sampai ke KM-BDG 131atau tepat sampai terminal Cikidang.

Sementara diawal memasuki ruas jalan Cibadak-Cikidang mulai dari kantor Desa Pamuruyan atau tepatnya dari KM BDG-113 sampai KM BDG-116 jalan nampak mulus lengkap dengan marka jalan dan aksesoris lainnya.

Sebagaimana diketahui, tingkat kelelahan jalan yang terdapat di ruas Cibadak-Cikidang tersebut terlihat dari kondisi hotmix jalan yang nampak sudah lama tidak diperbaharui atau ditingkatkan.

Kondisi demikian sangat tidak nyaman untuk dilalui, terlebih kendaraan roda dua. Salah seorang warga, Rusdi mengatakan, kondisi aspal jalan ini sudah cukup lama sejak beberapa tahun yang lalu. Menurutnya, sampai saat ini sudah mulai berlubang dan bergelombang yang semestinya diperbaiki lantaeanntidak nyaman dilalui.
“Ya kita ngeluh lah kondisi jalan begini, inginnya diperbaiki. Biar mobilitas itu lancar lah, enggak terganggu,” kata Rusdi kepada pelita online, Kamis (3/2/2022).

“Ini kan jalannya suka dilewatin angkutan umum sama truk yang angkut barang, ya harusnya dapat perhatian khusus lah. Apalagi kondisinya sekarang banyak yang berlobang terus sudah mulai terlihat batu-batu kecil di badan jalan karena aspal sebagai perekatnya sudah mulai hilang,” kata dia.

Namun ada juga yang bagusnya, seperti yang bapak lewati dari pertama masuk tadi, itu sekitar kurang lebih 3 (tiga) kilometer sudah sangat bagus, ujarnya.

Terpisah, Bagian Perencanaan Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Ari Saepul mengatakan, sekitar tiga kilometer jalan provinsi yang masuk dalam wilayah Desa Cicareuh.

Menurutnya, penambalan jalan terlihat dilakukan memasuki awal tahun 2021 lalu oleh pihak Bina Marga Provinsi. “Sebelumnya, disini terdapat dua lubang besar, sekarang sudah tertutup karena ditambal tapi kondisinya jadi bergelombang seperti ini,” ujar staf Desa Cicareuh sembari menunjukan hasil penambalan lubang yang dilaksanakan pihak Bina Marga Provinsi kepada pelitaonline.co.id yang terdapat di depan kantor desa tersebut.

Hasil pantauan lainnya, Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan 1 (SPPJJ-1) pada Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan II lebih terkonsentrasi pemeliharaan rutinnya Daerah Milik Jalan (DMJ) dan Draenase Solokan Bahu (DSB) yang terdapat dilokasi perkebunan saja.

Sementara, disekitaran permukiman yang padat penduduk dibiarkan. Kali ketiga, pelitaonline.co.id berupaya menemui H. Tatang selaku KSPPJJ 1 sampai saat ini belum berhasil dikonfirmasi.|tommy|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *