oleh

Sederet PR Perbaikan di SMPN 18 Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA|PELITA ONLINE|Memperhatikan SMPN 18 yang ada di Wilayah Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Penuh kesan kurang rawat atau pemeliharaan dalam beberapa tahun terkahir ini. Terlebih dengan terpisahnya antara gedung kegiatan belajar mengajar dan gedung kepala sekolah.

Aset pemerintah yang berwujud SMPN 18 ini sekarang menjadi daya fikir exstra keras tak kalah baru-baru ini Aan Harlan Harlan Ansori, S.Ag, M.Pd dipercaya selaku Kepala Sekolah SMPN 18 Kota Tasikmalaya.

Hal tersebut diakui pula oleh Aan Harlan, ketika awal menerima estapet kepemimpinan di SMPN 18 ini menurutnya sungguh diluar ekspetasi-nya. Yang pada akhirnya harus berbica dari hati ke hati dengan para guru di sekolah yang baru dipimpinanya tersebut.

“Sepertinya saya seolah-olah sedang di mapras secara keseluruhannya”, aku Aan kepada pelitaonline.co.id Jum’at (25/11/2021) di ruang kerja.

Menurut Aan yang akrab disapa Ustad, berawal dari bicara dengan para guru dari hati ke hati yang tentunya dengan rumusan mau dibawa kemana sekolah ini. Maka munculah untuk perumusan misi yang didalamnya terdapat tiga bidik sasaran.

Pertama ketika menganalisis lingkungan, disini cendrung berada dilingkungan agamis, maka dalam misi-nya pun berlandaskan Iman, Taqwa dan Karakter.

Kemudian bidikan kedua bersifat umum yakni terkait prestasi. Apakah prestasi di akademik atau nonakademik. Tapi itu bersifat umum, karena kebanyakan sekolah pasti semuanya mengejar untuk meningkatkan prestasi anak.

Oleh karena itu titik fokusnya dirumuskan nanti, apakah akademik atau nonakademik. Yang pasti non akademik, soalnya kalau akademik biasanya sekolah yang ada di kota jauh lebih mapan, begitulah kira-kira gambaran yang dipaparkan Aan.

Terlebih melihat yang telah berkembang, yanh mana di SMPN 18 ini Perisai Diri (PD) ini telah sampai ketingkat nasional, katanya.

Lebih lanjut kemudian Aan Harlan memaparkan, selain pembangunan gedung dan ruang belajar yang mendesak, juga sekarang ini yang tak kalah penting adalah melihat kondisi lingkungan di sekolah seperti ini, maka sangat perlu penataan.

Alhamdulillah, kemarin pertama disini sudah diawali dengan pembangunan dibagian gedung depan melalui bantuan DAK, sehingga sekarang nampak ketara kita memilki bangunan baru.

Selanjutnya dari informasi yang diterima, untuk tahun 2022 kita juga akan mendapat bantuan rehabilitasi ruang kelas, yang sekarang kondisinya memang mengalami rusak berat. Mudah-mudahan secara bertahap terkait bidang garapan semua dapat teratasi di empat tahun kedepan, harap Aan.

Disamping sarana prasarana penunjangnya yang sekarang sedang kita upayakan perbaikannya. Seperti hal penataan penghijauan, dan penanganan terhadap sampah, namun tentunya akan dilakukan secara bertahap karena tergantung biaya juga. Mengingat, SMPN 18 ini sedikit siswa sehingga mengimbas kepada jumlah anggaran yang diterima.

Sedangkan opresasional itu kan tidak melihat besar kecilnya sekolah, semua kebutuhan sama, ungkap Aan yang mengaku hanya memiliki 14 rombongan belajar (rombel) yang setiap rombelnya rata-rata dibawah maksimal.

Sebagaimana saya ketahui, bisa mencapai 14 rombel tersebut lantaran terdongkrak oleh sistem zonasi di tahun anggaran 2020/2021 kemarin, ujar Aan mengakhiri perbincangan. |TOM|

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed