BANDUNG| Pelita Online|– Zaman dahulu didalam kehidupan manusia, sampah belum begitu menjadi masalah. Namun, seiring perjalanan waktu dengan bertambahnya penduduk problem sampah selalu menjadi masalah.
Hal tersebut jelas dari perubahan modernisasi kehidupan dan perkembangan teknologi dimana aktivitas manusia kian meningkat. Semakin beragamnya aktivitas, beragam pula jenis sampah yang dihasilkan, terutama sampah yang berasal dari perumahan.
Dalam arti, sampah ini dihasilkan oleh penduduk setempat yang melakukan pembuangan sisa-sisa dari barang-barang atau produk-produk yang telah mereka pakai. Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh manusia sebagai pengguna barang. Sehubungan dengan hal tersebut permasalahan sampah akan berkaitan, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya.
Seiring dengan hal itu, Wakil Ketua Pansus IX DPRD Provinsi Jawa Barat, Yunandar Eka Perwira menilai, pengelolaan sampah yang baik dapat memperoleh nilai ekonomis, pasalnya lewat pengelolaan sampah pun bisa menghasilkan diantaranya pupuk kompos dan biogas, yang akan berpengaruh terhadap peningkatan nilai pendapatan daerah.
Kendati demikian, dirinya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten/Kota melalui program pengelolaan sampah.
“Hal itulah yang merupakan bentuk strategis yang seharusnya dituangkan kedalam perubahan RPJMD, sehingga jikalau perlu seluruh kota kabupaten di Jabar harus ada program pengelolaan sampah minimal harus ada bank sampah,” tegas Yunandar saat mengikuti Kunjungan Kerja ke TPPAS Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, Selasa, (2/2/21).
Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo, merupakan salah satu sarana strategis milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta berfungsi melayani pembuangan sampah bagi beberapa Kota/Kabupaten di Provinsi Jawa Barat.
“Pansus IX ingin memperdalam perkembangan TPPAS Lulut Nambo dan membahas prospek kedepan, kemudian kami rasa permasalahan di Lulut Nambo harus segera di selesaikan melalui sumbernya,” tutur Yunandar.
Lebih lanjut Yunandar berharap, kedepan TPPAS Lulut Nambo bisa segera beroperasi, sebagai solusi dalam upaya menuntaskan permasalahan sampah di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. (adv/cak)





