JAMBI,| Pelita Online | – Petani karet di Provinsi Jambi kembali menuai harapan setelah harga karet kembali membaik. Sekarang, harga karet mulai merangkak naik per kilo sudah mencapai Rp 9.000.
Kalau sebelumnya, sekitar tiga atau empat bulan lalu harga karet di daerah ini di bawah Rp 5.000 per kilo, dan sebab itulah sehingga banyak petani karet banting setir menanam pinang dan kepala sawit.
Demikian diungkapkan Asiang (45) salah seorang penampung karet yang sempat di jumpai wartawan Pelita Online, Sabtu siang (21/11-2020).
“Harga karet sudah mulai membaik, dan sekarang harga yang kami beli kepada petani karet sudah mencapai Rp 9.000 per kilo, dan sebelumnya harga karet hanya Rp 5.000 per kilo untuk karet kering,” kata Asing di daerah Tempino, Kabupaten Muaro Jambi.
Selanjutnya, Asing yang merupakan pihak pengumpul karet yang usahanya itu sudah digelutinya sejak belasan tahun mengakui, sekarang ini produksi karet petani mengalami penurunan pasba harga karet mengalami peningkatan.
Banyak petani karet, terang Ia, merubah areal perkebunan karetnya menjadi areal perkebunan pinang dan kelapa sawit, di tengah harga karet anjlok ketika itu.
“Harga karet naik produksi turun, dan itu diakibatkan banyak petani yang sempat beralih ke kebun pinang dan kelapa sawit,” demikian Asiang mengakui. (Sal/ham/fay)






