Berkelana di alam Dunia

BANDUNG, |PELITA ONLINE|Manusia adalah kholifah dimuka bumi. Karena manusia kholifah maka manusia wajib harus bersinergi dengan Al Quran ,Al Hadist dan alam raya seisinya.

Manusia, Al Quran, Al Hadist dan alam raya merupakan empat serangkai yang tidak bisa dipisahkan, tidak bisa di ganggu gugat ditambah iztima dan istihad para ulama.Tetap bersatu/menyatu dan bertawazun, bertawazara atau balance untuk hidup dan kehidupan dunia dan nanti di akhirat.

Hidup dan kehidupan manusia di didunia sebagai kholifah juga sangat di batasi dan wajib di sadari oleh ciri – ciri kehidupan di dunia di alam yang fana ini yaitu : 1.Singkat/sementara .Isi QS.Ghafir,40 : 39 “Ya qaumi innamaa haazihil hayaatuddunyaa mataauw wa innal aakhirota hiya darul qotoroor”.

Artinya”.Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal abadi”.2.Senda gurau /permainan.Isi QS.Muhammad, 47, : 36 “Innamal hayaatuddunyaa laaibuw walaah, wa inn tu minuu wa tattaqu yu’tiqum ujuurokum wa laa yas’alkumm ammwaalakum”

” Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau”.Jika engkau beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan DIA tidak akan meminta hartamu “.3.Ujian /musibah. Isi QS.Al Baqarah , 2 : 214 “Iam hasibtum ann tadd hulul jannata wa lamaa ya’ tikumm massalulladzina kholao mingqoblikumm, massathumul ba’ saaauwaddoro’u wa zulziluu hattaa yaquular-rosuulu walladziina aamanuu matta nassrulloh,alsaaa inna nasrullohi.Alaa innna nassroollohi qoriib”.

Artinya “.Mereka ditimpa kemelaratan, penderiraan, musibah : banjir, longsong, angin kencang, tsunami, suara petir, puting beliung ,itu adalah ujian bagi orang2 yang beriman, ingatlah bahwa petolongan Allah SWT itu dekat “.QS.Al. An Kabut, 29 : 2 dan 3 :.Ayat 2 “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ” Kami telah beriman dan mereka tidak diuji “.Ayat 3 “Dan sesungguhnya

Kami telah menguji orang – orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang -orang yang benar dan sesungguhnya DIA mengetahui orang – orang yang dusta”.Isi QS, Al Mulk, 67 : 2 “Alladzi kholaqo sab’a samaawaatinn tibaaqoo, maa taroo fii kholqirrohmaani min Tafaawut farji’ il basaro hal taroo ming futuur”. Artinya ” Allah SWT yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalan.Dan Alloh Mahaperkasa dan Maha pengampun “.4.Ibadah .Isi QS.Ad DzarIyat ,51: 56 “Wa maa kholaqtul jinna wal insa illaa liya’buduun.

Artinya :”AKU (Allah SWT) tidak menciptakan manusia dan jin, melainkan agar mereka beribadah kepada KU” So yang pasti ini yang ke 5.Manusia wajib mengadakan perubahan .Filosofinya berusaha mengadakan perubahan/mengubah terus menerus untuk hidup dan kehidupan.Isi QS.Ar- Raad ,13 : 11″ Innalloha laa yugayyiru maa bi qaumin hatta yugayyiruu ma biangfusihim”.Artinya “Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah/merubah keadaan /nasib suatu kaum atau manusia sebelum mereka mengubah/merubah keadaan diri mereka sendiri “.6.Perundang-undangan negara yang berlaku.Sebagai warga negara yang baik, taat dan patuh pada negara.

Membumikan hidup dan kehidupan umat Islam melaui aktivitas manusia, mengamalkan Al Quran,Al Hadits , mengoptimalkan alam /jagat raya, taat dan patuh pada negara merupakan sebuah harmoni kehidupan yang penuh ilmu, keindahan, kedamaian, kecerdasan, toleransi, persaudaraan, persahabatan.Tunjukan bahwa Islam dan umat Islam adalah rahmatan lil alamiin.

Tunjukan dan buktikan bahwa generasi milenial umat Islam merupakan tauladan umat yang summit, beriman, akhlakul kharimah, hormat pada orang tua, guru, pemimpin, keluarga, tetangga, bangsa dan negara.
Surat dan ayat Kitab Suci Al Quran yang penulis paparkan dalam artikel ini merupakan peringatan Allah SWT dan pegangan /acuan manusia untuk menjadi kholifah di muka bumi dengan menjaga alam raya agar bermanfaat untuk hidup dan kehidupan manusia, selama manusia berada dimuka bumi.**

 

Oleh : Soleh Kartasaputra

Mantan Guru SMAN 3 Kota Bandung

Sumber
Dasar – dasar Psikologi Al – Qur’an.
Penulis Prof. Dr.Lukman Saksono, MSc, PhD, Minst.PM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *