TASIKMALAYA||Pelita Online||-Kepala Satuan Unit Pelayanan (SUP) Daerah Irigasi (DI) Merjan Moch Hariyanto, ST.
pada UPTD PSDA Wilayah Sungai (Wilsung) Ciwulan-Cilaki) mengakui, kalau eratnya kolaborasi semua pihak cukup membantu dan meringankan tugas yang diemban, yakni pelayanan irigasi.
Menurutnya, bukanlah hal yang mudah melakukan pelayanan dengan wilayah kerja DI sepanjang
40 km dengan petugas yang terbatas, katanya saat ditemui Pelita Online disela-sela rehatnya, Selasa (20/9/2022) dibilangan dalam wilayah Kota Tasikmalaya.
Keaktipan masyarakat petani ditiga kecamatan dalam Wilayah Kabupaten Pangandaran yang terlintas DI Merjan. Yaitu, Kecamatan Parigi, Cijulang dan Cimerak sangat menunjang terlaksananya pelayanan irigasi dengan sasaran lahan pertanian mencapai 1.693 haktare.
Terlebih, hampir 80% mayoritas masyarakat dalam wilayah kerjanya ini mayoritas sebagai petani. Sehingga dinilai perlu
terjalinnya keharmonisan antara para petani, kelompok-kelompok tani, P3A dan PPA, imbuh yang akrab disapa Yanto ini.
Terjalinanya keharmonisan satu sama lainnya dilapangan menurut Yanto, dikarenakan petaninya sendiri cukup fokus menggelar rapat sebar.
Sehingga rapat sebar yang sudah menjadi kegiatan rutin petani memasuki Musim Taman (MT) baik MT 1, 2 dan 3 tersebut cukup dipahami oleh kelompok-kelompok tani.
Dengan begitu, kita tinggal melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait. “Intinya SUP bekerjasana dengan stakeholder yang ada disana,” jelasnya.
Dikatakannya, terkoordinasi pelayanan irigasi yang baik, tentu tak luput dari kendala-kendala yang ada. Khususnya di SUP DI Merjan dari 40 kilometer panjang DI Merjan, itu hanya ditangani oleh 14 orang petugas PPA saja.
Berbicara maksimal, 2 kilometer 1 PPA. Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) di SUP DI Merjan pun relatif kurang. Karena sekarang ini kita sudah saatnya bicara tentang pengelolaan SDM, ungkapnya.|tommy riyaldi|





