oleh

Sepintas Komunikasi Dengan Bahasa Syariah

Catatan kecil : Soleh Kartasaputra

BANDUNG,| Pelita Online|-Baginda Nabi Muhammad SAW adalah
seorang komunikator yang fasih, yang
ulung, cerdas dan piawai.Kepiawaian yang
dimaksud adalah kepandaian
keterampilan berkomunikasi (dalam ,sehingga orang lain lawan berkomunikasi mudah mencernanya apa yang disampaikan Baginda Muhammad SWA.
Keiinginanya seperti diketahui oleh umat
Islam bahwa Baginda Nabi Muhammad Saw adalah kominikator yang fasih, menyejukan
dan santun Sehingga umat Islam sangat wajib meneladani,mengikuti dan mempraktekan cara berbicara dan berkomunikasi beliau.

Kita sebagai umat baik berbicara dalam Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, wajib mengikuti cara2 Rasulullah Saw berkomunikasi.“Dari Aisyah menuturkan,“susunan kata Rasulullah tidaklah seperti susunan kata kamu sekalian.

Akan tetapi, beliau berbicara dengan santun.“. (HR.Turmudi no 3639 ).“Orang biasa hanya mampu berbicara kepada manusia, sedangkan orang hebat mampu berbicara bersama manusia “(Dr.Salih Ibrahim, dalam Muhammad Saw, Limadza Huwa al -A’zam).

Beliau menggunakan teknik komunikasi dua arah dalam pembicaraanya dengan bahasa Syariah artinya yang sangat memperhatikan hukum, kaidah dan aturan berbicara berdasarkan Al Quran dan Hadits.

Seperti Baginda Nabi Muhammad SAW berkata atau berbicara ”Alaa adullukum” artinya maukah kalian aku tunjukan !.”Alaa unabbiukum “ artinya maukah kalian aku beritahu !.“Alaa Ukhbirukum “artinya maukah informasi ini aku sampaikan kepda kalian !dan
“atadraana “artinya tahukah kalian ! dan sebagainya Rasululloh SAW bersabda“Allah itu indah dan DIA mencintai keindahan.Sedangkan kesombongan adalah ingkar nikmat (tidak bersyukur) dan suka memandang
rendah orang lain“.(HR.Muslim no 275).
Hadits ini menjelaskan pentingnya active listening artinya memperhatikan apa yang diucapkan oleh orang agar kita bisa
membangun dialog dengannya. indahnya berbicara, berbahasa dan berkomunikasi lisan, tulisan dan isyarat, sopan,santun merupakan ciri2 bahwa umat Islam dapat dan mampu untuk melaksanakan syariat Islam bidang bahasa, pergaulan, interaksi social dan komunikasi melalui cara2 Syariah.

BACA JUGA  Luar Biasa,... Antusias Warga Sumsel, Mendukung Alisyah Tasyah, Penyanyi Asal Kota Tikar

Bahasa adalah alat komunikasi dan Informasi serta ciri suatu Bangsa atau Suku.
Bangsa bisa maju salah satu faktornya adalah dengan memelihara dan menggunakan serta melestarikan bahasanya baik nasional maupun daerah masing2 .Memelihara Bahasa Daerah berarti dengan bahasa itu dipake,
dipelihara dan dilestarikan oleh suku atau bangsa yang bersangkutan.

Dengan menerapkan Syariat Islam bidang bahasa berarti ikut membangun peradaban Islam meliputi: bahasa, budaya, pendidikan, teknologi,komunikasi dsbnya juga artinya bangsa itu telah maju.Syariah Islam dengan bahasa dan bicara berdasarkan Al Quran bisa
dilihat di QS. 3: 59 ,QS. 20:44 , QS.31 : 19
dan Sunnah Rasululloh untuk berusaha memelihara bahasa berdasarkan bahasa syariah. Perlu diingat dan diperhatikan pula unsur toleransi penggunaan bahasa dalam berbicara tetap terjaga.

BACA JUGA  Mainteater akan Pentaskan “Monolog Suara-suara”

Bahasa merupakan alat komunikasi dan, merupakan budaya. atau bahasa adalah hasil dari budaya manusia. Civilization suatu
bangsa berkembang dan maju ditandai diantaranya oleh perkembangan bahasanya
dan budayanya termasuk keseniannya, pendidikannya,teknologi,hukum, ekonomi, demokrasi, social dsbnya .Bangsa dan Negara akan kuat,kokoh,maju salah satunya dengan meaksanakan ajaran agamanya secara kaffah dan rakyatnya melek ilmu,teknologi, pendidikan dan penggunaan bahasa Syariah.
Manusia yang beradab adalah manusia yang mengetahui dan melaksanakan ajaran agama
(Islam) dengan benar dan kaffah melalui berbahasa,berbicara dan berkomunikasi dengan sopan santun, tatakrama, budi pekerti.

Maksudnya adalah manusia yang mempunyai etika, berpendidikan, berilmu pengetahuan dan berbahasa,berbicara serta berkomunikasi dengan etika dan tatakrama serta budi pekerti dengan penggunaan bahasa syariah.

Syariah berarti kaidah-kaidah- aturan-aturan yang wajib dipatuhi dan dilaksanakan, dijalankan dan dipraktekan oleh umat Islam. Pastinya termasuk penggunaan bahasa Syariah. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed