TASIKMALAYA|PELITA ONLINE|
Penampilannya sederhana, namun cukup berwibawa, sering kali terlihat pada sosok pejabat satu ini. Meski begitu tak jarang ada pejabat yang dikenal nyentrik. Selintas terkesan sangar, penampilan tersebut ternyata bawaan hobby yang tampil apa adanya.
Di Kota Tasikmalaya, selama ini masyarakat ternyata banyak yang melirik Hadi Riaddy SIP. Gaya rambut modis dengan kedua daun telinga bolong kerap mencuri perhatian. Namun siapa sangka, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang nyentrik itu memiliki segudang inovasi untuk mewujudkan misi membangun kota Tasikmalaya.
MICE (Meeting Incentive, Convention Exhibition) atau merupakan sebuah pusat penyelenggaraan seperti halnya pameran, wisuda, pernikahan dan lain-lain menjadi salah satu ambisi besarnya untuk mendongkrak PAD Kota Tasikmalaya kedepannya.
Disampaikan oleh Hadi, di kota-kota besar di Indonesia MICE telah menjadi tren pembangunan. Berharap, Pemerintah Kota Tasikmalaya, melalui Walikota Tasikmlaya sekarang ini dapat mengimplementasikan konsep MICE, sesuai karakter dan potensi daerah.
Dipaparkan lebih lanjut,
dana diskresi untuk Kota Tasikmalaya kalau tidak salah ada Rp. 800 miliar, kalau itu bisa terserap oleh pemerintah Kota Tasikmalaya 50% saja, Pemkot Tasik sudah bisa memiliki aset berupa lahan dibeberpa tempat.
Termasuk menindaklanjuti
konsep Walikota dalam penataan Jalan KH Zaenal Mustofa yang rencana kedepannya dibuat konsep pedestarian. Akan tetapi,
kalau konsepnya pedestarian itu kan tidak diperkenankan kendaraan masuk. Dengan demikian, disekitarnya harus disediakan “kantong” parkir.
Nah, disini kan Pemkot Tasik bisa memamfaatkan eks bangunan gedung Setda Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk dibuat “kantong” parkir secara berlapis yang setiap lapisnya ditata sedemikian rupa. Termasuk mencakupi pusat PKL, pusat kuliner yang bagian atasnya dapat sebagai pusat kuliner sembari memandang indahnya Kota Tasik dari ketinggian lapis atasnya, tutur Hadi.
Hal ini dikemukakan Hadi, lantaran dibeberapa tempat dalam wilayah Kota Tasikmalaya ini sudah cukup “krodit”. Misalnya, ada lahan terbuka hijau, akan tetapi lahan parkirnya relatif sempit, demikian juga dengan gedung-gedung serbagunanya yang ada rata-rata dengan lahan parkir terbatas.
Oleh karena itu, adanya MICE akan menjadi sebuah potensi juga sebagai aset Pemkot Tasikmalaya.
Tujuan besarnya untuk mewujudkan pelayanan publik dan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dari sisi pendapatan melalui gelaran even-even berskala besar, katanya.
“Saran saya, lokasi MICE lebih bagusnya disekitaran jalan Mangin (Mangkububumi-Indihiang). Selain dapat mengurai kroditnya kepadatan disuatu titik, di sekitaran jalan Mangin mudah diakses dari berbagai penjuru”, cetus Hadi.
Yang tak kalah penting, merupakan pembangunan yang monumental bagi Pemkot Tasikmalaya selama setahun kedepan dipimpin H. Muhammad Yusuf selaku Walikota Tasikamalaya saat ini, tutup hadi, Selasa (9/11/2021) di kantornya. (TOM)






