Program Compost Growing Bag, Satu Kali Dayung Tiga Pulau Terlampaui

BANDUNG,|Pelita Online|-Sampah sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Oleh sebab itu, sampah harus dikelola dan ditata. Karena, sampah kalau tidak dikelola akan menimbulkan problem dimasyarakat. Betapa tidak, karena dimana-mana sampah selalu jadi objek pembicaraan. Banyak kota-kota di dunia yang maju peradabannya, karena dalam  penanganan masalah sampahnya mereka dinilai sudah baik dan benar. Terutama cara mereka untuk menangani bagaimana cara mengurangi dan memisahkan sampah agar tidak menjadi beban dimasyarakat.

Pada tahun 2018, Kota Bandung sudah memulai inisiatif, meluncurkan sebuah gerakan, kolaborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam membangun peradaban baru pengelolaan sampah yang lebih maju melalui upaya KANG (Kurangi) PIS (Pisahkan) MAN (Manfaatkan) Sampah.

Gerakan ini adalah wujud Ka Nyaa dari semua elemen masyarakat. Wabil khusus masyarakat dilingkungan RT/RW, gerakan ini selalu didengungkan dan disosialisasikan.Baik oleh Ketua RT dan RW, maupun peranan tokoh  masyarakat yang tidak kala penting ikut serta dalam memberikan masukan terkait penanganan sampah agar lebih efektif dan tepat guna.

Asep Drajat, misalnya, salah seorang tokoh masyarakat dilingkungan RW 10,  Komplek Perumahan Riung Bandung, Kelurahan Derwati Kecamatan Ramcasari Kota Bandung. Pagi  Minggu (14/2/2021) usai kerjabakti, Asep Drajat telah berbagi pengalamannya tentang bagaimana cara mengelola sampah.

Didepan Ketua RW10 Deni Slamet Riadi, dan Ketua RT07 Kasir, didamping Ketua Seksi Lingkungan juga Ketua Kampung Tangguh RW 10 Arif Gumelar, dan sejumlah warga RT 07, Asep, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) mencoba mempresentasikan secara efekti cara menangani sampah melalui  Compost GrowingBag. Menurut Asep, dirinya suduah beberapa bulan ini secara aktif memisahkan sampah non organik dan sampah organik dengan metoda Compost Growingbag

“Cara pemakaiannya pertama masukan layer sampah organik dalam compost growingbag setebal 15-20 cm. Spray kelembapan dengan larutan air dan bioaktifvator. Masukan lagi layer ke 2 kemudian spray kembali lakukan terus menerus hingga compost growing terisi pennuh,” kata Asep Drajad, Polisi aktif yang masih bertugas di Polres Bandung ini.

Gayung bersambut, Ketua RW 10 Deni Slamet Riadi, memyambut baik program compost growingbag, yang digagas oleh salah seorang tokoh masyarakat dilingkungan RW 10 ini. Sebenarnya, kata Ketua RW peduli lingkungan yang juga cerdas dalam mengelola sosial kemasyarakatan ini, mengatakan, ini adalah salah satu upaya program yang membantu pemerintah dalam menanggulangi sampah.” Diawali dari RT 07, program compost growingbag ini, harus segera dilaksanakan. Insya Allah, RT lainnya di RW 10 akan mengikuti. RT 07 dalam hal ini, sebagai pilot projek-nya lah,”ungkapnya.

Deni menambahkan, pengelolaan sampah melalui compost growingbag, banyak sekali manfaatnya, satu kali dayung bisa tiga pulau terlampaui. Betapa tidak, karena selalin dapat dijadikan pupuk untuk tanaman disekitar rumah juga dari sisi ekonomi dapat membantu beban maayarakat melalui Koperasi Syariah Al-kautsar. “Oleh karena itu, kami berharap apapun program yang kita jalankan, kelak hendaknya dapat bermanfaat untuk kemaslahatan warga,”ujar Deni. (cak/arief).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *