Kajati Jabar Diminta Usut Anggaran Pemeliharaan Rutin Jalan pada SPPJJ Sumedang 2

SUMEDANG||Pelita Online||,- Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) yang baru menjabat, Katarina Endang Sarwestri, diminta untuk mengusut tuntas anggaran pemeliharaan rutin jalan Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) Wilayah Sumedang 2
pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan- IV (UPTD PJJ WP-IV) Dinas Bina Marga (DBMPR) Provinsi Jawa Barat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM-GeRAK) Jabar Wahyudin Ripadil, Kamis (4/7/2024) siang.

Wahyudin menyebutkan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak kami dari LSM GeRAK Jabar, lubang-lubang jalan tersebut banyak ditemui hampir disetiap ruas jalan dalam penanganan SPPJJ Sumedang 2. “Hal tersebut terlihat adanya indikasi pembiaran,” tambah Wahyudin.

Sebut saja, ruas jalan Simpang Wado-Batas Sumedang/Garut, ruas Jalan Parakanmuncang – Warungsimpang, ruas Jalan Situraja-Darmaraja ruas Jalan Wado Kirisik Bts Sumedang/Garut. “Kalau pun ada penambalan lubang, pasti itu setelah adanya keluhan masyarakat atau info dari media online yang mengkritisinya,” ungkap Wahyudin lagi.

Contohnya ruas jalan Wado Sumedang, setelah rame diberita oleh berbagai media online atas dasar keluhan masyarakat pengguna jalan, barulah pihak SPPJJ nya bergerak cepat menambal lubang jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat tersebut. “Kalau tidak adanya pemberitaan media mungkin tidak akan dilakukan penambalan,” cetus Wahyudin.

Sementata yang kita temukan di ruas penangan SPPJJ Sumedang 2 tak hanya jalan berlubang, kita pun kerap menemukan saluran drainase yang tersumbat akibat sedimentasi, tak jarang saat hujan air pun naik ke jalan raya dan banjir, sehingga jika ini tidak di tanggulangi dengan benar bisa berpotensi pada penurunan kualitas kontruksi jalan, terang Wahyudin lagi.

Oleh karena itu, kita perlu pertanyakan realisasi dan pos-pos kegiatan dalam bentuk apa saja pemanfaatan atau realisasi alokasi dana pemeliharaan rutin jalan pada SPPJJ Sumedang 2 ini?, kata Wahyudin.

Kami yakin, Kajati Jabar yang baru berani untuk memanggil para pejabat di UPTD PJJ WP IV untuk mempertayakan teralokasi kemana saja anggaran pemeliharaan rutin jalan selama ini.

Terlebih, kami dari LSM GeRAK Jabar akan berpartisipasi membekalinya dengan surat laporan hasil investigasi kami sebagai bentuk kami dari LSM GeRAK Jabar untuk mencegah kerugian negara.

“Semoga saja Kajati Jabar yang baru bisa objektif dan profesional mengungkap hingga tuntas kasus anggaran pemeliharaan rutin jalan pada SPPJJ Sumedang 2 tersebut,” harap Wahyudin.

Ketika hal tersebut ingin di klarifikasi pada pihak SPPJJ Sumedang 2 terkait hal tersebut KSPPJJ Sumedang 2 bernisial Iman cukup sulit untuk di temui dan selalu tidak dapat di hubungi.

Hingga berita ini publish di pelitaonline.co.id masih terus melakukan investigasi di lapangan dan pemberitaan edisi mendatang akan mengupas dugaan tindak pidana korupsi terkait anggaran pemeliharaan rutin jalan dalam wilayah kerja SPPJJ Sumedang 2 dan menuangkannya dalam berita di edisi mendatang.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *