BANDUNG||Pelita Online||,- Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Ahmad Sidik, mengatakan bahwa penertiban bangunan di sempadan saluran air merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Jawa Barat.
Menurut Dikky, hampir seluruh bangunan yang berdiri di lokasi penertiban tidak mengantongi izin resmi, sehingga perlu ditertibkan demi mengembalikan fungsi sempadan sesuai peruntukannya.
“Bangunan-bangunan ini berdiri tanpa izin, dan keberadaannya mengganggu fungsi sempadan irigasi. Oleh karena itu, perlu kita tertibkan agar bisa dikembalikan ke fungsi awalnya,” ujar Dikky.
Ia menyampaikan bahwa program penataan ini tidak hanya dilakukan di Kabupaten Bekasi saja, melainkan juga akan diterapkan di berbagai daerah. Halnya di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Adapun tujuannya untuk memastikan fungsi saluran air supaya tetap optimal dan meminimalkan potensi penyumbatan yang disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang tidak terkontrol.
“Kemudian sempadan digunakan untuk kegiatan yang tidak semestinya, biasanya akan muncul penumpukan sampah yang dapat menyumbat aliran air. Tentu, ini berisiko terhadap sistem irigasi,” jelasnya.
Oleh sebab itu lanjut Dikky, kedepanya pemanfaatan sempadan tetap memungkinkan untuk aktivitas sosial yang sesuai aturan, seperti penanaman pohon bernilai ekonomis atau pembangunan infrastruktur penunjang selama mendapatkan rekomendasi teknis dari pengelola irigasi.
Karenya, Dikky pun berharap agar masyarakat untuk bersama-sama memahami aturan dan menjaga keberlanjutan infrastruktur irigasi sampai ke sempadam salurannya.
“Hal ini bukan sekadar soal bangunan, tapi bagaimana kita menjaga keberfungsian saluran dan sempadan. Mari bersama-sama taat aturan dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Seperti dikatahui, pemandangan bangunan di atas sempadan itu bukan potret asing di wilayah perkotaan. Halnya menimpa saluran rigasi Cimulu dalam wilayah Kota Tasikmalaya yang tak jauh dari pintu air Cimulu yang menjadi hulu-nya irigasi Cimulu. Disitu sudah nampak deretan bangunan yang padat menutupi sampadam.
Dalam bertahun-tahun, kebutuhan pemeliharaan bukan hal mudah lagi dilakukan. Akibatnya, seperti informasi dari perangkat di UPTD PSDA Wilayah Sungai Citanduy, kondisi sedimentasi di irigasi Cimulu ini terus menebal hingga mencapai ketinggian 1 meter lebih.
Hal itu lantaran sulitnya akses masuk alat berat untuk melakukan pengangkatan sedimen, lantaran dititik tersebut mulai dari pintu air Cimulu sampai depan kantor UPTD PSDA Wilayah Sungai Citanduy yang berada di Jl. Wiratanuningrat, Kota Tasikmalaya sudah dipenuhi bangunan-bangunan. Mulai dari bangunan tempat tinggal hingga bangunan toko yang keberadaan bangunan tersebut hampir semuanya menutupi sampadan saluran irigasi Cimulu.||Tommy Riyaldi||




