Jalan Wado Sumedang Berlubang, LSM GeRAK Jabar Kecam UPTD PJJ WP IV Slow Respon

SUMEDANG|| Pelita Online||,- Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM-GeRAK) Jabar, Wahyudin Ripadil mengecam keras Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPTD PJJ) Wilayah Pelayanan IV Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jabar terkait lubang di sepanjang Jalan Raya Wado Sumedang.

“Adanya keluhan yang disampaikan oleh warga dan pengguna Jalan Wado Sumedang mengenai kondisi jalan rusak berlubang seharusnya pihak UPTD PJJ WP IV respon cepat dan cek lapangan untuk memastikan secara langsung kondisi jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat tersebut,” kata Wahyudin saat dihubungi pelitaonline.co.id ketika dimintai pendapat terkait keluhan masyarakat yang banyak mengeluhkan kondisi jalan rusak di Jalan Wado Sumedang, Rabu (3/7/2024).

Seharusnya pihak UPTD PJJ WP IV melalui Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) Wilayah Sumedang tanggap untuk melakukan penambalan lubang-lubang jalan melalui anggaran pemeliharaan rutin 2024 di sepanjang ruas Wado Sumedang. Sebagaima diberitakan media ini pada pada 29 Juni 2024 lalu (Miliaran Rupiah Anggaran Pemeliharan Rutin Jalan Provinsi Ruas Wado Sumedang Diduga Tidak Terterap Secara Maksimal), sebut Wahyudin.

“Kalaupun ruas tersebut masuk dalam paket pemeliharaan berkala di 2024 sekarang ini, mestinya ada tanda-tandanya minimal patok kayu atau lobang ditandai menggunakan pilok putih atau segera sosialisasikan dengan masyarakat setempat baik oleh pihak UPTD PJJ WP IV maupun oleh pihak Penyedia Jasa (PJ) nya,” ungkap Wahyudin.

Ini tidak bisa dibiarkan, sudah saatnya kami dari LSM GeRAK Jabar yang notabene sebagai kontrol sosial masyarakat segera melaporkannya ke pihak Aparat Penagak Hukum (APH), tegas Wahyudin.

Karena yang kami tau, anggaran pemeliharaan rutin jalan untuk UPTD PJJ WP IV yang dikelola melalui KSPPJJ relatif cukup besar mencapai puluhan miliar setiap tahun, ungkapnya.

Kami paham betul ruas jalan Jalur Sumedang-Malangbong via Wado itu kerab digunakan sebagai jalur alternatif saat musim liburan terutama mudik lebaran bila terjadi kemacetan atau kepadatan di jalur Nagreg, tambahnya.

Sementara sampai berita ini
publish kali keduanya di pelitaonline.co.id pihak UPTD PJJ WP IV melalui SPPJJ belum berhasil dimintai konfirmasinya. Selain tidak diketahui siapa Kepala KSPPJJ Wilayah Sumedang juga sulitnya menembus para pejabat yang ada di UPTD PJJ WP IV.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *