BANDUNG,| Pelita Online|- Kampung Berkualitas (KB), kini dikenal sebagai kampung keluarga berkuakitas. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di bawah kepemimpinan dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) telah mengambil sejumlah kebijakan terobosan penting di 100 hari kerjanya. Salah satunya ialah melakukan rebranding mulai dari jingle, logo hingga tagline. Semua ini dilakukan dalam upaya menyesuaikan kondisi masyarakat yang didominasi kaum milenial dan zilenial. Hal ini, tentunya merupakan tantangan, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat
Dalam menyikapi tantangan tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat mengungkapkan, Kampung Berkualitas (KB) sebagai wujud konkrit dalam pengelolaan keluarga menjadi keluarga kecil yang dilakukan pemerintah daerah.
Betapa tidak karena, Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia. Hal itu, menjadi tantangan berat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat, menimbang persentase angka usia produktif mencapai 70 persen.
“Kampung berkualitas ini, sebagai contoh untuk ketahanan keluarga sehingga kedepan bisa membentuk masyarakat yang produktif dan tangguh, terlebih anak merupakan aset penting dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri,” ucapnya saat mengikuti kunjungan bersama Komisi V DPRD Jabar ke Kampung Berkualitas di Kabupaten Bandung. Rabu, (3/2/21).
Pihaknya akan berupaya mendorong terkait penambahan anggaran bagi tim pendamping, dengan harapan mampu mengelola dan memaksimalkan kinerjanya.
“Apalagi peraturan perlindungan anak telah disahkan oleh DPRD Provinsi Jawa Barat, diharapkan regulasi peraturan daerah yang telah diatur dan ditetapkan tersebut bisa sejalan dengan program dilapangan demi perkembangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Adv/cak)










