CIANJUR, |PELITA ONLINE|-Kabupaten Cianjur, merupakan kabupaten kedua terluas di Jawa Barat. Hampir sebagian penduduknya secara turun temurun berprofesi sebagai petani.
Oleh karenanya pembangunan pertanian menjadi salah satu program prioritas Pemkab Cianjur. Pemkab Cianjur sangat konsen dalam pembangunan pertanian.
Berbagai program telah dan sedang dilaksanakan antara lain program 1000 hektar sawah, Pemkab Cianjur juga telah membentuk BUMD Sugih Mukti khusus bidang pertanian yang nantinya akan menampung hasil dari para petani.
Selain itu, Pemkab Cianjur telah bekerja sama dengan Bank Jabar Banten, BPR dan LKM akhlaqul Karimah untuk membantu petani dalam permodalan.
Hal itu, dikemukakan Bupati Cianjur H. Herman Suherman, saat membuka Launching Pendidikan Dan Pelatihan Bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi Petani Milenial Manjur Tahun 2002 di Perkebunan Sarongge Pacet Senin (14/03/2022).
“Pendidikan dan pelatihan seperti ini diharapkan nantinya akan menghasilkan petani yang tangguh yang dapat memenuhi kebutuhan holtikura bagi Kabupaten Cianjur dengan pola kerjasama dengan BUMD Sugih mukti untuk menampung hasilnya maupun dengan BPR,LKM
dan bank Jabar dalam permodalannya, sehingga visi Cianjur yang maju, mandiri, religious dan berkahlak mulia dapat segera terwujud,” kata bupati.
Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur Endan Hamdani, SH, MH, mengemukakan, diklat ini diselenggarakan bagi pencari kerja untuk memafaatkan peluang usaha di bidang pertanian dan diharapkan dapat menekan dan mengurangi angka pengangguran terbuka di Kabupaten Cianjur.
Diklat dibagi dalam 3 tahap yang dimulai dengan pembukaan pendaftaran sejak tahun 2021 di 32 kecamatan dan terjaring 8.264 orang yang dilanjutkan dengan seleksi calon peserta bekerja sama dengan Dinas Pertanian sehingga dari jumlah 8264 orang pendaftar terjaring peserta sebanyak 280 orang yang akan mengelola 14 komoditas unggulan.
Untuk tahap pertama diklat diikuti oleh 2 kelompok dengan 40 orang peserta berasal dari 3 Kecamatan yaitu pacet, Cipanas dan Sukaresmi yang direncanakan akan mengelola 2 komoditas yaitu tanaman cabe dan bawang daun.(mans).










