CIANJUR,||Pelita Online||-Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, tepat hari ini dua bulan sudah peristiwa gempa bumi yang menimpa Cianjur. Pristiwa yang sangat mengenaskan ini, sampai memakan korban jiwa 630 orang meninggal ratusan luka luka dan ribuan warga masyarakat yang mengungsi.
Sebagian warga masyakarat Kecamatan Cugenang, kini masih mendiami dan tinggal di pengungsian huntara (hunian sementara). Bertendakan plastik terpal dan beralaskan tanah yang dipakai alas sekedarnya, karena rumahnya sebagian besar tidak bisa lagi dihuni, hancur rusak berat dan rusak sedang. Tentunya sangat beresiko jika rumahnya dihuni, karena hampir satu bulan gempa susulan terus terjadi, dan bahkan kemarinpun gempa terjadi lagi, rumah yang tadinya retak langsung ambruk.
Menurut salah seorang warga Hendra warga Kampung Cipicung Desa Wangunjaya Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, menceritakan kepada pelita online, bahwa untuk warga RT 01 Kampung Cipicung ada 83 KK dengan jumlah jiwa 487 jiwa, korban jiwa yang meninggal tidak ada, hanya ada 2 orang luka berat dan sisanya luka ringan. Salah seorang warga ibu Eti, yang luka berat dirawat di Rumah Sakit, setelah dirawat selama 1 bulan di Rumah Sakit di Cianjur,
Sembuh pulang, akhirnya karena rumahnya rusak berat tinggal di saudaranya, tapi akhirnya meninggal dunia. Alhamdulillah bantuan juga mengalir dan juga kami warga Cipicung menghaturkan terima kasih kepada relawan yang hingga kini mendampingi dan membantu kami.
Senada disampaikan Ismu Kandar Koordinator Relawan dari ATM FMMB, Tramp, bahwa disini koordinasi dengan semua relawan sinergi tanpa batas untuk Cianjur Hudang. Ada ATM FMMB, Tramp, Krisnapala, Camel, Meteor, Sawarna Indonesia, WWF, komunitas pendaki gunung, komunitas Bandung dll. Alhamdulillah kita sudah mendirikan 1 Mushola, 1 Masjid dan 4 rumah hunian tetap. Untuk logistik aman sampai 2 bulan kedepan, hasil bantuan dari para donatur.
Warga masyarakat diajarkan tata kelola manajemen bencana, sehingga warga masyarakat jika terjadi bencana sudah mengerti dan paham tentang adaptasi dan mitigasi bencana. Hal lain kita ajarkan warga masyarakat untuk membuat kerajinan dari limbah kayu menjadi hiasan lampu lampion gantung dan Alhamdulillah sudah banyak yang beli. Untuk kegiatan rutin seperti trouma healing, magrib mengaji, makan bersama setiap Jumat barokah berjalan baik.
Ujang salah seoramg warga Kampung Cipicung mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rita Novita yang telah membantu mendonasikan dana untuk membuat rumahnya yang negitu indah.
Untuk kedepan relawan, akan mengembangkan usaha dan UMKM warga, dengan membuat potensi wisata baru, karena di Wangunjaya banyak wisata alam, dan rumah rumah adat Sunda dari kayu bilik masih berdiri bagus, serta usaha warung ditempat wisata tersebut. Semoga para donatur masih pada berdatangan dan semoga saja bantuan dana untuk pembuatan rumah dari Pemerintah segera cair, agar supaya warga masyarakat kembali membangun rumahnya, dan dapat segera mendiami rumah tinggalnya sendiri dengan aman dan sejahtera. (Rief)





