Puskesmas Siap Jadi Pintu Gerbang Utama Masuk Situ Lengkong Panjalu, Cecep: Atas Keinginan Bupati Ciamis

CIAMIS||Pelita Online||,– Pekerjaan lanjutan revitalisasi Situ Panjalu atau masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan sebutan Situ Lengkong
di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat tahun ini memasuki pekerjaan tahap dua.

“Situ Panjalu kini masuk tahap dua pembangunannya,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Situ Panjalu
(Lanjutan) di tahun anggaran 2025 ini Cecep Sofyan ST, MT, ketika dikonfirmasi di kantornya UPTD PSDA Wilayah Sungai (WS) Citanduy, pekan lalu.

Pekerjaan yang termasuk dalam paket tahap dua tersebut mencakup beberapa pembangunan infrastruktur. Diantaranya, membongkar bangunan Puskesmas untuk dijadikan gerbang utama masuk Situ Panjalu, penambahan kios dan pembuatan penguatan Tembok Penahan Tebing (TPT), ujar Cecep.

Lebih lanjut Cecep menerangkan, bahwa revitalisasi Situ Panjalu tahap dua ini ada juga mencakup perubahan “DED” Detail Engineering Design dari tahap pertama. Misalnya, dalam DED tahap pertama itu ada yang namanya pembuatan Menara Pandang yang terdapat di zona lima. Kini di tahap dua Menara Pandang itu akan diperuntukan sebagai kios pedagang.

“Hal ini atas dasar hasil rapat antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jabar dengan Bupati Ciamis, supaya Menara Pandang yang telah ada itu dapat dijadikan untuk penambahan kios,” dan itu atas dasar keinginan Bupati dan UMKM setempat, tambah Cecep.

Yang pasti kedepanya, revitalisasi tahap dua ini konsepnya seperti Borobudur, dimana pengunjung Borodudur itu melewati para pedagang-pedagang, meskipun Situ Panjalu ini wisata religi, ucap Cecep yang mengaku pernah berdiskusi dari awal di kantor desa setempat, tapi itu tidak menjadikan kita top down, yang jelas ini harus sejalan dengan keinginan Bupati.

Kemudian penguatan TPT, itu dikarenakan disana masih terdapat lahan berada dikemiringan 15 meter kebawah, dikhawatirkan terjadi dengan hal-hal yang tidak diinginkan maka ditahap dua ini ada pembuatan penguatan TPT. Disamping nantinya lahan itu diperuntukan sebagai penempatan kios-kios dari kontainer. “Ini melengkapi dari kebutuhan 48 kios yang sudah tersedia ditahap pertama sebanyak 21 kios,” terang Cecep. ||Tommy Riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *