TASIKMALAYA,||Pelita Online||-Air Situ, bentang alam, pohon rindang, udara segar, suasana perladangan yang kaya tanaman dan lahan persawahan menjadi satu potensi alam yang memiliki nilai jual.
Semuanya ada di Pulo Situ Cibereum, demikian masyarakat setempat menyebut kawasan darat Situ Cibereum, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.
Sayangnya, daya pikat yang indah berupa potensi alam, seni budaya, kuliner, keramahtamahan warga dan suasana kehidupan masyarakat pedesaan itu belum sepenuhnya tersentuh penataan.
Padahal potensi Pulo Cibereum yang berada di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya itu sangat mendukung dan memberikan kesempatan serta harapan untuk lebih ditingkatkan pengembangannya.
Bahkan, di Pulo Cibereum yang memiliki luasan lebih dari 9 haktare itu pada masanya kerap digunakan untuk perkemahan. Tak dapat dipungkiri, disana masih terdapat bangunan gedung bekas Lembaga Pendidikan Kepramukaan Cabang Kabupaten Tasikmalaya, tetapi kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Keterangan yang berhasil dihimpun dari warga Pulo, aset berupa lahan dan gedung itu sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Berkaitan dengan potensi alam Pulo Cibereum, Maman Rusman yang mengaku selama 12 tahun mediami Pulo Cibereum ini mengatakan, potensi alam Pulo Cibereum ini tidak jauh dengan wisata lain yang ada di Jawa Barat ini. Sama-sama menjual potensi alam Situ.
Namun ternyata, Situ Cibereum dengan Pulo Cibereum-nya ini memiliki daya pikat yang berbeda. Selain kawasan daratnya yang relatif luas, hingga cocok dikembalikan ke wisata bumi perkemahan, kata Maman yang mengaku pegiat wisata dari Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, Sabtu (17/9/2022).
“Kita berharap Pulo Cibereum di kawasan Situ Cibereum sesuai potensi alam dan budaya yang dimiliki. Menaruh harapan, baik kepada pemerintah kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat agar dapat melakukan penataan dan revitalisasi Pulo Cibereum ini”, harapnya.
Layaknya Situ Gede di Bogor, Situ Ciburuy Kabupaten Bandung Barat dan Situ Wangi di Kabupaten Ciamis yang semuanya sudah dilakukan penataan dan revitalisasi oleh Gubernur Jawa Barat.
Saya yakin, kalau Pulo Cibereum dilakukan penataan dan revitalisasi layaknya Situ yang telah dilakjkan penataan dan revitalisasi akan menjadi Daya Tarik Wisata (DTW) bagi wisatawan, dan yang tak kalah penting warga masyarakat disekitarnya bisa menjadi masyarakat yang makmur dan sejahtera, ungkap Maman yang mengaku semua prosedur pengajuan itu sudah pernah ditempunya melalui proposal.
Namun sampai saat ini belum ada realisasinya. Oleh karenanya, dengan kesungguhan Kang Emil sapaan akrab Gubernur Jawa Barat dengan programnya Penataan dan Revitalisasi, maka kami menaruh harapan dengan beliau agar Pulo Cibereum ini pun mendapat penataan dan revitalisasi layaknya Situ Gede di Bogor, Situ Ciburuy Kabupaten Bandung Barat dan Situ Wangi Kabupaten Ciamis, ungkapnya.
Sementara, data yang berhasil dihimpun dari petugas UPTD PSDA Wilayah Sungai Ciwulan-Cilaki selaku pengelola Situ Cibereum mengatakan, secara keseluruhan luasan Situ Cibereum 28,33 haktare. Diantaranya, 18 haktare luasasan genangan dan 9,18 haktare kawasan daratnya yang disebut Pulo Cibereum, katanya saat dihubungi melalui sambungan cellular.|tommy riyaldi|





