TASIKMALAYA||Pelita Online||,– Jelang penilaian penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH-RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus berupaya meningkatkan penanganan kebersihan dan keindahan Kota.
Upaya keseriusan Pemkot Tasikmalaya terus berbenah dalam penanganan kebersihan dan keindahan lingkungan guna meraih penghargaan bergengsi dengan predikat daerah terbersih Adipura.
“Kota Tasikmalaya siap menghadapi penilaian Adipura dari (KLH-RI). Penilaian tahap satu (P1) telah lulus. Sekarang kita persiapkan penilaian tahap kedua”, kata Pj Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah melakukan kunjungan ke Sungai Cimulu yang merupakan Sungai penangan Provinsi Jabar dalam wilayah Kota Tasikmalaya.
Pj Walikota Tasikmalaya yang asli “Wong Kito” itu menjelaskan, untuk meraih penghargaan Adipura, tentu banyak sekali yang harus dibenahi. Terutama perilaku hidup bersih dan sehat.
“Meraih predikat Adipura merupakan penghargaan bergensi bagi daerah. Sudah saatnya, setelah lebih dari 25 tahun Kota Tasikmalaya belum mendapatkan penghargaan tersebut tahun ini target kita harus bisa meraih Adipura”, tegasnya.
Oleh karena itu, Cheka menyarankan seluruh unsur Pemerintahan dan masyarakat Kota Tasikmalaya untuk selalu menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungannya masing-masing.
“Disini kita semua harus menjadi bagian dari sejarah Keberhasilan Kota Tasikmalaya untuk meraih Adipura. Caranya, menjaga kebersihan lingkungan sekaligus berprilaku hidup bersih” kata Cheka
Saya harap, untuk meraih target tersebut, seluruh OPD dan masyarakat di Kota harus bergerak dan berkolaborasi menjaga dan meningkatkan kebersihan, tambah Cheka.
“Saya yakin, semua elemen masyarakat Kota Tasikmalaya sudah siap menghadapi penilaian Adipura. Dan saya inginkan tidak ada sehelai rambut pun yang jatuh terserak di tempat tersebut”, tegas Cheka
Lanjutnya, ada 20 titik sasaran dalam penilaian Adipura. Tentu harus dioptimalkan untuk kebersihan dan keindahannya.
“Titik-titik penilaian Adipura mulai dari lingkungan Pasar, permukiman penduduk, jalan, sekolah, terminal, stasiun, perkantoran, Rumah Sakit, Ruang Terbuka Hijau dan Sungai. Semuanya harus dioptimalkan kebersihannya”, pungkas Pj Wali Kota Tasikmalaya yang terbilang masih muda belia ini.
Terkait dengan keseriusan Pemkot Tasikmalaya untuk meraih penghargaan Adipura 2023, Ketua Kelompok Tani Organik Mandiri (TOM) melakukan pembersihan lingkungan.
Pantauan di lapangan, masyarakat mulai membenahi lingkungan mulai dari halaman rumah, saluran drainase, dan jalan agar tidak ada sampah.
Sarana prasana tempat sampah di depan rumah wargapun terlihat komplit dan tertata dengan rapih. Ditambah dengan hadirnya tanaman, membuat lingkungan terlihat asri dan nyaman.
Ketua Kelompok Tani Organik Mandiri Tommy Riyaldi menuturkan, pembenahan lingkungan ini dengan cara melalui program kemandirian.
“Pembenahan minimal dibentuk dulu rasa tanggung jawab, minimal depan rumah masing-masing untuk membersihkan sampah, rumput, drainase, agar lebih bersih. Minimal di depan rumahnya sendiri,” ucap Tommy, Minggu (27/8/2023) petang.
“Semak belukar juga kita bersihkan. Untuk pohon- pohon produktif dipindahkan ke lahan yang telah dibersihkan dan di tanam bunga-bunga,” sambungnya.
Dikatakan Tommy, lingkungan yang bersih akan membuat nyaman. Pembenahan lingkungan ini juga sekaligus untuk dijadikan lahan produktif. Lahan yang semula semak belukar akan dihiasi dengan pernak-pernik bunga hias yang nantinya punya nilai jual.
“Ini merupakan kepedulian saja, kebetulan ada lahan luas dikawasan Perumahan Bumi Resik Indah yang sudah jadi semak belukar, atas ijin Alllah dan RT/RW setempat langsung saja di eksekusi. Hasilnya, selain memberikan ketertiban, kenyamanan, keindahan, lingkungan yang bersih pasti akan membuat kita nyaman,” ujar dia.
Tommy menyebutkan, semua masyarakat mendukung dengan kegiatan tersebut. Hal itu, dibuktikan dengan masyarakat yang juga terlihat turun dalam menata dan menjaga lingkungan sekitarnya.
“Tak sedikit warga berpartisipasi menyumbang tanaman-tanaman hias yang bernilai jual tinggi. Setelah dibudidayakan hasilnya ada juga warga yang membeli, Alhamdulilah semua mendukung,” ucap Tommy yang tengah mempersiapkan nama bisnis jual beli tanaman hiasnya dengan PD PeLita (Penata Lingkungan Tasikmalaya. (Wahyudin)





