Penggunaan Mobil Dinas Kalau Negara Melarang Maka Tidak Boleh

CIANJUR, |PELITA ONLINE|-Kalau negara melarang maka tidak boleh, karena itu merupakan bagian dari pasilitas negara untuk menjalankan aktifitas kenegaraan.

Hal itu, dikemukakan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH. Ahmad Yani kepada Pelita Online, menggapi pemberitaan Bupati Cianjur mempersilahkan para kepapa dinas mudik, tapo jangan menggunakan mobil dinas.

Kata Ahmad Yani, namun kalau negara membolehkan karena merupakan pasilitas untuk melakukan kerja-kerja kenegaraan yg sekaligus melekat sebagai instrumen kesejahteraan bagi pemegangnya maka menjadi tidak masalah.

Menurutnya, karena itu tidak ada dalil asal tentang boleh dan tidaknya memakai pasilitas negara untuk pejabat. Walaupun dulu sahabat Rasul yg bernama Umar bin Abdul Aziz hanya menggunakan listrik untuk kepentingan negara saja dan mematikannya ketika untuk kepentingan pribadi memang itu sikap mulia seorang sahabat tetapi tidak ada dalil baik Al- Quran maupun sunnah Rasul yg melarangnya.

“Jadi bisa menjadi halal penggunaanya bila pimpinan yg berwenang mengijinkannya,” ucapnya.

Diberitakan, para kepala dinas pada Lebaran tahun 1443 H ini, silakan mudik seusai merayakan Lebaran, tapi jangan menggunakan mobil dinas.

“Saya yakin para kepala dinas memiliki mobil pribadi,” kata Bupati Cianjur, H Herman Suherman, didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informasi  Dan Persandian (Diskominfosantik) Kabupaten Cianjur, Cecep Dicky Wahyudi, kepada wartawan di Taman Pancaniti, Rabu (27/04/2022).

Bupati,  juga mengemukakan Lebaran ini, sudah diperbolehkan open house, tetapi ada dua versi,”Untuk itu, open house akan dibatasi hanya dengan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) saja,” ucapnya.(Man Suparman).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *