Meminimalisir Kerusakan Jalan di UPTD Pelayanan V, SPPJJ 2 Libatkan Rekonsiliasi Petugas

TASIKMALAYA||Pelita Online||,– Penanganan jalan provinsi di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V tidak hanya tentang pemeliharaan berkala jalan tetapi ada juga pemeliharaan rutin jalan yang salah satunya di Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di ruas jalan Tasikmalaya-Karangnunggal/Cipatujah sepanjang 60 kilometer.

Pada tahun 2023, ruas jalan Tasikmalaya-Karangnunggal/Cipatujah mendapatkan porsi penanganan jalan sesuai kebijakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jabar mendapat paket Pemeliharaan Berkala Jalan sepanjang 6,100 km. Selebihnya ditangani melalui pekerjaan pemeliharaan rutin jalan.

Hal itu cukup dibenarkan Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan (SPPJJ) 2 pada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V yang menangani ruas Tasikmalaya-Karangnunggal/Cipatujah, Yayat Ruhiyat. Rabu (13/12/2023) di kantornya.

Dikatakannya, pemeliharaan rutin jalan yang sudah lama kami dijalankan ini sebenarnya menjaga kemantapan jalan dari tingkat kerusakannya. “Jadi, jangan sampai ada jalan berlubang sedikit terus kita biarkan, dan akhirnya karena dibiarkan semakin besar dan mengganggu pengguna jalan. Akhirnya pengguna jalan tidak merasahkan kemantapannya,” ucap Yayat.

Sejauh ini, alhamdulillah kita terus mempertahankan kemantap jalan dengan penanganan pemeliharaan rutin jalan supaya tidak terjadi kerusakan parah pada infrastruktur jalan, tutur Yayat sembari memcontohkan lagi jangan sampai ada kendaraan miring akibat dampak dari penurunan badan jalan yang tidak terdeteksi.

Ditanya tentang rekonsiliasi ke soal konten pelaporan guna menghindari kesalahan, keakuratan, kesamaan, ketepatan memenuhi waktu pelaporan. “Selebihnya di sini kita memeriksa, mana yang belum usai mana yang sudah. Pun jika ada persoalan yang dihadapi terdeteksi,” jelasnya. Rekonsiliasi melibatkan petugas SPPJJ 2 yang tersebar pada ruas wilayah kerja, tambah Yayat sambil menunjukan beberapa gambar jalan berlubang dari handpone kiriman dari petugas lapangan.

Para petugas itu akan mengambil gambar atau foto jalan yang rusak sehingga bisa terdeteksi kapan kejadian tersebut dan lokasinya berada dimana. Dengan begitu, bisa dihitung berapa kebutuhannya, mulai dari hotmix, semen, sirtu dan butuh alat yang seperti apa. Sehingga tidak ada lagi alasan lambat dalam penanganannya.

Tak jarang satu kelalaian bisa jadi temuan dianggap masalah, manakala misal lambat dalam pelaporan. Dengan upaya-upaya yang terus dijalankan, kondisi jalan ruas Tasikmalaya-Karanunggal/Cipatujah dijaga agar tetap layak sesuai standar sehingga mobilisasi kendaraan dapat berjalan baik melalui pemeliharaan rutin, tandas Kepala SPPJJ 2 yang menangani ruas Tasikmalaya-Karangnunggal/Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya itu.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *