Melalui Inpres, Pengamat Apresiasi Program IJD di Jabar

BANDUNG||Pelita Online||,-Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti Reda Kuswara mengapresiasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat dalam menjalankan program Inpres Jalan Daerah (IJD).

Di Jawa Barat, jalan mulus disejumlah daerah yang dibangun melalui program IJD dari pemerintah pusat seakan jadi pelepas dahaga disisi lain sikap pemerintah daerah itu sendiri belum dapat memperbaiki terhadap kondisi jalan rusak.

Di Kabupaten Tasikmalaya misalnya, Reda menggambarkan kondisi jalan daerah tepatnya ruas jalan Bolang-Suniabana yang keberadaannya puluhan tahun rusak itu kini berangsur mulus.

Menurut Reda, ruas itu merupakan bagian dari ruas jalan yang sangat efektif dijadikan jalan alternatif dari Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran. Atau dengan kata lain, jalur ini merupakan penghubung lintas tengah Kabupaten Tasik ke Kawasan Wisata Pangandaran.

Keberadaannya yang rusak selama puluhan tahun, tentu sangat disambut santusias oleh masyarakat sekitar. Meski belum sepanjang jalan itu belum seluruhnya tersentuh program IJD, tambah Reda.

Demikian juga sejumlah ruas jalan daerah dalam wilayah Kabupaten Sumedang, kehadiran program IJD disana dinilai menjadi faktor penting dalam menggerakkan ekonomi. Karena jalan yang dibangun melalui program IJD cukup efektif dalam menurunkan biaya logistik serta memangkas waktu, biaya logistik barang dan jasa antar wilayah dan mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru khususnya kawasan yang berada jauh dari pusat kota.

“Ruas jalan Cijelag-Batas Sumedang itu termasuk ruas jalan yang dilewati kendaraan-kendaraan berat proyek pembangunan Tol Cisumdawu, maka wajar kembali diperbaiki melalui IJD ini disamping dua ruas lainnya yakni ruas jalan Conggeang-Buahdua dan Paseh-Conggeang yang mendapat sentuh program IJD”, ujar Reda di Bandung pada pekan lalu.

Selanjutnya di Kabupaten Bandung, tepatnya di ruas jalan Soreang-Banjaran melalui program IJD pekerjaan priservasi jalan sepanjang 7,2 kilometer merupakan bagian dari ruas yang efektif, tambah Reda.

BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat sendiri yang menjadi salah satu Balai yang banyak mendapat penugasan pembangunan infrastruktur jalan nasional sepanjang kepemimpinan Presiden Jokowi sejak 2014, yang kini 2023 merambah perbaikan jalan daerah melalui program IJD yang mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah perlu diapresiasi, ujar Reda.

“Kita semua berharap, perbaikan jalan rusak di daerah bisa diselesaikan dalam sisa waktu ke kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Artinya, di masa akhir jabatan Presiden, permasalahan jalan di daerah sudah terselesaikan dengan baik,” tegas Reda.

Sementara dari data dan pantauan langsung dalam perjalanan jurnalistik pelita online, dalam Satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Provinsi Jabar. Baik Satker PJN Wilayah IV Jabar, Satker PJN Wilayah III Jabar dan Satkwr PJN Wilayah II Jabar paket pekerjaan yang dikerjakan melalui program IJD telah menunjukkan progres yang sangat baik. Dengan progres fisik mencapai 90 persen lebih, secara kasat mata paket-paket pekerjaan itu dipastikan rampung sesuai target pada akhir tahun 2023.

Di lain kesempatan, Rabu 22 November 2023 pelita online berusaha konfirmasi seputar program IJD dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Brawijaya, di Bandung. Namun sayang, Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat itu tak berhasil ditemui.

Menurut Kepala Pusat Informasi Terpadu pada BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Aripudin, silahkan saja tempuh prosedurnya dulu melalui canter informasi ini baik secara online maupun konpensional, saran Aripudin, Rabu (22/11/2023) sore di ruang kerjanya.||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *