BANDUNG,|Pelita Online|-Konsep pendidikan merupakan pola,ide dan rancangan pendidikan dengan tujuan untuk mendewasakan manusia melalui pembelajaran
dan pelatihan. Menurut UU no 20 tahun 2003″pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran,agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat,bangsa dan negara”.
Proses Pendidikan”adalah kegiatan
interaction and corellation antara subyek
ajar(guru)dan obyek ajar(peserta didik),
melalui kurikulum:materi pelajaran,media, metodologi,strategi pembelajaran dan lingkungannya”.Umumnya proses pendidikan identik dengan kegiatan belajar mengajar
atau pembelajaran.Dalam kegiatan pembelajaran,guru dan murid wajib disiplin, kritis dan creative agar berhasil dan bahagia.
Berbicara tentang konsep pendidikan berikut beberapa sumber:Allah Swt berfirman”Laa tuharrik bihi lisanaaka lita’jala bih”
artinya janganlah engkau(Muhammad),
gerakan lidahmu untuk membaca(Al Quran), karena hendak cepat-cepat menguasainya”.
(Qs Al-Qiyaamah,75:16).Anas ra berkata
“Nabi Muhammad Saw biasa mengulang-ulang ucapanya tiga kali supaya dapat dipahami (pendengarannya)”
(HR Tirmidzi danHakim). Ali bin Abi Thalib ra mengatakan”Engkau berfikir tentang dirimu sebagai seonggok materi belaka, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan yang tidak terbatas”.Abi Supyan bin Uyainah mengatakan”Manusia yang paling bodoh adalah manusia yang membiarkan kebodohannya. Manusia yang paling cerdas/pandai adalah manusia yang mengamalkan ilmunya.Dan manusia yang paling utama adalah manusia yang takut kepada Allah Swt”.Firman Allah Swt di atas memberikan pedoman dasar kepada Nabi Saw dan kita bahwa dalam aktivitas pendidikan untuk tidak tergesa-gesa dalam menerima,menghapal ayat2 Al Quran ataupun ilmu2 yang lainya.Rasulullah Saw mengulang-ulang sampai 3 kali dalam menghapalkan Al Quran tentunya termasuk ilmu2 yg lainnya yang sedang dipelajarinya.
Ali bin AbiThalib dan Abi Supyan bin Uyainah mengingatkan dan menasehati manusia agar memanfaatkan potensi diri untuk digali dikembangkan dan dimanfaatkan agar lebih berguna untuk masa2 sekarang,esok dan masa depan.Albert Einstein menekankan konsep pendidikan melalui perjalanan waktu dan hidup manusia untuk selalu mencari makna hidup dan pendidikan.Dia mengatakan”belajar dari masa lalu,hidup untuk hari ini ,berharap untuk hari esok,yang penting kita tidak pernah berhenti bertanya”.
Kita sebagai manusia dalam membaca, menghapal dan mempelajari ayat-ayat
Al Quran tidak boleh tergesa-gesa ingin cepat selesai dan pastinya termasuk mempelajari ilmu- ilmu lainya.
Sesepuh kita (dahulu) mengemukakan
konsep pendidikan :
1. KH. Hasym Ashari,1871-1947 .
Beliau adalah pendiri organisasi Nahdlatul Ulama(NU), pendiri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.Beliau mengemukakan /menganjurkan 10 etika konsep pendidikan atau
Proses Kegiatan Belajar Mengajar
yang baik harus diawali dengan”hati yg bersih dari penyakit hati dan penyakit keimanan, memiliki niat yang lurus dan bukan karena mengharapkan material dan memanfaatkan waktu dengan baik, bersabardan selalu fokus, tidak terlalu banyak makan dan minum,bersikap hati2, menghindari makanan yg menyebabkan kemalasan dan kebodohan,tidak
memperbanyak tidur serta menghindari
hal-hal yang kurang bermanfaat”.
2. KH.Achmad Dachlan,1886-1923 .Beliau
adalah pendiri organisasi Muhammadiyah , mengemukakan konsep pendidikan
yaitu”konsep pendidikan karakter yang
bertujuan untuk menanamkan keberanian
dlm meluruskan kekaburan dalam memahami agama dengan konsep meluruskan
pikiran,hati,lisan dan perbuatan.Pesan yang populer untuk kaum Muhammadiyah adalah janganlah engkau mencari hidup dan penghidupan dalam Muhammadiyah tetapi hendaklah Muhammadiyah selalu engkau pimpin dan hidupkan”.
3.Ki Hajar Dewantara,2 Mei 1889
Melalui semboyan :Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karso dan Tut wuri handayani.



