TASIKMALAYA,||Pelita Online||– Selesainya pembangunan Jembatan Ciloseh penghubung jalan Lingkar Utara Kota Tasikmalaya Jawa Barat pada bulan Januari 2023 yang lalu adalah sebuah prestasi bagi pelaksana. Dalam hal ini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Jabar.
Dengan memakan waktu tak kurang dari 420 hari kalender, jembatan yang memiliki panjang 252,1 meter dengan lebar 22 meter yang menjadi garapat PT. DMI dan PT. Trie Mukty Pertama Putra itu telah pula dapat menyambungkan Lingkar Utara Tasikmalaya atau ruas jalan Provinsi Cisumur-Garuda (Letjen H. Mashudi dan Jalan Nasional Dr. Mohamad Toha Tasikmalaya), dan yang tak alah penting lagi jembatan ini nantinya akan lebih terakses ke Tol Getaci (Gedebage-Tasikmalaya- Cilacap) yang oleh saat ini tengah ditangani fokus ditangani pemerintah pusat.
Sebagaimana keterangan dari Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat Agung Yudhianto, ST, MT yang dikutif dari laman Pelita Online dari laman Kementerian PUPR mengatakan, dengan telah selesainya pembangunan Jembatan Ciloseh ini, Agung berharap perekonomian di Kota Tasikmalaya khususnya dapat meningkat lebih baik lagi.
Dikatakannya, jembatan yang telah kita bangun ini diharapkan dapat menunjang akses transportasi masyarakat di Tasikmalaya menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga perekonomian masyarakat Tasikmalaya menjadi meningkat, oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh masyarakat di Tasikmalaya dapat menjaga jembatan ini, sehingga jembatan ini dapat bermanfaat sesuai keinginan.
Yang perlu diapresiasi lagi, jembatan Ciloseh juga menurut Agung merupakan salah satu contoh pembangunan di BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat yang menggunakan unsur Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dimana penggunaan unsur-unsur TKDN di setiap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur ke-PU-an menjadi salah satu keharusan yang telah diamanahkan oleh Menteri PUPR.
“Selain itu, penting pula dalam penerapan pelaporan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebagai upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan mensukseskan ekspor produk dalam negeri. Kami berharap informasi perkembangan TKDN dapat dilaporkan setiap bulannya sesuai kemajuan fisik yang tercapai”, kata Agung.
Kami bangga, atas hasil kinerja eksekusi di PPK 4.4 PJN Wilayah IV Provinsi Jawa Barat yang dapat menyelesaikan pembangunan Jembatan Ciloseh tersebut tepat pada waktunya.
Sementara, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Dedy Hariadi, ST, MT memberikan apresiasi penih serta menjelaskan manfaat dari Jembatan Ciloseh tersebut dimana salah satunya adalah sebagai pengurai kemacetan bagi warga yang hendak bepergian ke luar kota untuk dapat menghindari kemacetan di pusat kota Tasikmalaya.
“Yang mana dari arah Lapangan Udara Kota Tasikmalaya mobilitas dari arah Tasik Selatan yang akan menuju Ciamis atau Bandung tidak perlu lagi melewati pusat kota Tasikmalaya yang rentan terjadi kemacetan di pusat kota. Selain itu, terdapat beberapa UMKM di area Leuwianyar yang sangat terbantu dalam proses komoditasnya dengan adanya jalan dan jembatan baru ini, sehingga mempermudah dalam pengangkutan dan pengiriman produk UMKM tersebut”, ujar Dedy.
Secara teknis, Manajer Ruas/atau PPK 4.4 (Pejabat Pembuat Komitmen) pada PJN Wilayah IV Provinsi Jawa Barat Marnala R. Chandra, ST, M.Sc yang diamanahkan mengawal langsung secara teknis pembangunan Jembatan Ciloseh dalam keterangannya menjelaskan gambaran struktur teknis dari jembatan tersebut.
Bahwa jembatan ini memiliki 2 (dua) Pilar dengan Balok Cantilever dimana proses pengecoran (cor insitu) dan stressing beam tersebut dilaksanakan langsung di lokasi. Salah satu Pilar persisnya di Pilar 2 (P2) memiliki ketinggian mencapai 13,5 meter. Kedua pilar ini yang dalam tahap pelaksanaannya memerlukan tenaga ekstra dikarenakan berbeda dengan pilar-pilar lainnya” ungkap Chandra.
Hal yang cukup di syukuri Chandra, bahwa dengan telah selesainya jembatan serta penugasan dalam pengawasan pekerjaan jembatan Ciloseh tersebut adalah masyarakat dapat membantu kelancaran mobilisasinya, ekonominya meningkat serta yang terpenting adalah kemauan menjaga aset berharga tersebut.
“Harapannya, dengan adanya Jembatan baru Ciloseh ini masyarakat sekitar dapat menjaga kebersihan dan memelihara area sekitar jalan dan jembatan dimana utamanya tidak membangun warung-warung liar di sisi jalan dan jembatan”, pintanya.
Sebagai informasi, bahwa dengan telah berfungsinya jembatan Ciloseh tersebut, banyak warga yang berdatangan untuk melihat dan mencobanya. Salah satu warga, Adam (38), mengaku penasaran dengan Jembatan Ciloseh. Apalagi berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, jembatan itu merupakan yang terpanjang di Tasikmalaya, dengan pemandangan Gunung Sawal Kabupaten Ciamis dan sungai Cioseh.
“Ini kan baru, jadi cukup penasaran. Anak-anak juga mau ke sini” kata Adam yang datang bersama kedua pitrinya sembari berswa poto.
Sementara Shinta (26) sebagai warga setempat, mengaku senang dengan keberadaan jembatan baru itu. Pasalnya, jembatan baru itu cukup menjadi banyak kunjung yang ingin melihatnya sehingga menguntungkan sekali baginya berjualan minuman segar.
“Pasti akan lebih ramai lagi nanti di bulan yang ngabuburit disini”, kata Shinta warga Nagrag Kecamatan Purbaratu dengan penuh sumringah. (tommy)





