TASIKMALAYA||Pelita Online||,-Bagi sekolah terbaik SMAN 9 Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat fasilitas merupakan faktor penting yang dapat mendukung kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Fasilitas juga mampu untuk mempengaruhi prestasi belajar siswa. Sekolah dengan fasilitas yang baik serta lengkap akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Iis Suminar Rahmi, S.Pd. M.Pd adalah Kepala SMAN 9 Kota Tasikmalaya yang sangat memperhatikan fasiltas. Sekolah ini berdiri dibatas lahan seluas 3.400 meter persegi, lahan ini sebenarnya tak jauh berbanding luasnya dengan SMAN 1 dan SMAN 5. Hanya saja konstruksi bawahnya yang berbeda.
Mereka konstruksi bawahnya sudah dapat menopang bangunan gedung hingga tiga lantai, sedangkan SMAN 9 ini hanya dapat dibangun dua lantai saja. Dan itu sudah merupakan hasil kajian teknis dari berbagai pihak, cetus Iis Suminar ditemui Pelita Online di ruang kerjanya, Kamis (21/12/2023) siang.
Oleh karena itu, terhitung Desember 2021 menjabat selaku Kepala SMAN 9 mengisi kekosongan Kepala Sekolah sejak 2020/2021 baru tahun 2023 ini mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan SMA. “Alhamdulillah, satu-satu SMA di Kota Tasikmalaya yang mendapatkan bantuan DAK 2023,” cetus Iis Suminar Rahmi bangga.
Hasilnya, selain dapat meningkatkan jumlah ruang belajar, yang semula 24 kini menjadi 27 ruang belajar. Selain itu, dalam pengelolaan DAK fisik tahun 2023 ini SMAN 9 Kota Tasikmalaya ini mendapat penilain terbaik dalam katogori ketuntasan, ucapnya.
Diakuinya, sebenarnya secara keseluruhan SMAN 9 ini sudah memiliki 29 ruang belajar, hanya saja dua ruang belajar dipergunakan untuk ruang Kepala Sekolah, Bagian Tata Usaha (TU) dan Ruang Guru.
Tentu, dua ruang kelas yang hanya berukuran 150 meter persegi diisi oleh 53 tenaga guru termasuk Bagian TU dan Kepala Sekolah sangat tidak representatif. “Bayangkan saja, begitu sempitnya bapak melewalinya tadi, dan itu tidak ada dalam Data Pokok Pendidikan atau Dapodik,” tambah Iis.
Ditanya mengenai bantuan DAK Fisik Bidang Pendidikan SMA di Tahun 2023, dalam paparannya Iis menyebutkan nilai totalnya sebesar Rp1,2 miliar yang terbagi dalam empat (4) kegiatan. Diantaranya, rehabilitasi satu ruang kelas senilai Rp. 136.000.000,00, Pembangunan Satu Ruang OSIS senilai Rp. 278.000.000,00, Pembangunan Satu Ruang Laboraturium Komputer senimai Rp. 278.000.000,00 dan sisanya Rp. 513.000.000,00 Pembangunan Satu Ruang Guru.
Sepwrti disampaikannya, ucapan rasa syukur pun mengumandang dari Kepala SMAN 9 Kota Tasikmalaya yang ditujukannya kepada pemerintah pusat yang melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jabar telah mengalokasikan anggaran DAK. “Terus terang saja kalau tidak mendapat bantuan kami betul-betul tidak bisa membangun,” katanya.

Dan terus terang juga, kalau mengandalkan politik yang diusung melalui partisipasi orang tua pun, kan kita tau sendiri kapan ini terwujud. Oleh karen itu, sekali lagi kami mengucapakan terima kasih kepada pusat melalui Dinas Provinsi yang telah memberikan bantuan kepada kami, sehingga kami dapat membangun tiga ruang dan satu rehabilitasi uang belajar.
Keduanya, terkait mantenen (perawatan) yang dipesankan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, yang bisa bertahan sampai 10 tahun bila dilakukan perawatannya dengan baik, mudah-mudahan kami bisa lakukannya. “Sebenarnya, memang ada anggaran pemeliharaan dari BOS, tapi itu pun dibawah 30% dan itu hanya bersifat untuk pemeliharaan yang ringan-ringan saja. Halya pemeliharaan kunci rusak, genting bocor, kebersihan dan lain-lain. Tandasnya mengakhiri pembicaraan.||tommy riyaldi||





