TASIKMALAYA,|PELITA ONLINE|-Problem kekurangan tenaga pendidik, menjadi tantangan di hampir tiap daerah, pada kelangsungan kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah. Sepertinya kondisi tambah telak akhir-akhir ini di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya, lebih 700 orang guru berakhir tugas secara bersamaan.
Umumnya sekolah di jenjang pendidikan dasar (dikdas) sejak lama berjumlah guru terbatas. Ditempati guru definitif (berstatus PNS) berkisar 3-4 orang. Kekurangan guru dampak dari keputusan pemerintah memoratorium rekrutmen PNS sejak 2013. Kemudian belakangan pengangkatan dalam jumlah terbatas.
Di tengah kekurangan tenaga, banyak sekolah mengangguki penawaran diri menjadi tenaga honorer/sukwan warga, hingga akhirnya rata-rata sekolah memiliki tenaga honorer/sukwan dalam jumlah di kisaran 1-9 orang tiap sekolah. Kekurangan guru jenjang dikdas hingga sekitar 1.500 orang.
Angka itu terpetik dari satu obrolan di ruang bidang PGTK (Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan) Disdik Kota Tasikmalaya, Rabu (27/10). Membesar angka kekurangan tenaga ini lantaran tak imbang pengangkatan dengan yang pensiun dalam beberapa tahun terakhir.
Memasuki tahun 2020, tambah merebak kekurangan itu seiring berakhir tugasnya ratusan guru yang berlangsung hingga tahun 2022. “Tenaga-tenaga pendidik ini pensiun berbarengan, setelah rekrutmennya dulu bersamaan, menyertai program pembangunan sekolah Inpres dulu,” jelas Asep, Kabid.
Kebijakan pembangunan sekolah Inpres dipacu dulu tahun 1971, 1972, 1973. Merebak yang pensiun di Kota Tasik, dimulai tahun 2020 dengan jumlah 228 orang, memasuki 2021 sebanyak 259 orang. Catatan bidang PGTK kemudian bertambah banyak lagi yang purnabakti di tahun 2022, mencapai 282 orang. Hingga keseluruhan jumlah 769 orang.
Namun sepintas dengan pernyataan kabid PGTK yang terlihat tenang dengan merebaknya yang pensiun, kegiatan pendidikan di sekolah akan tertolong tak lama lagi, seiring adanya rekrutmen tenaga P3K (pegawai pemerintah dengan pengangkatan kontrak). Kelumpuhan aktivitas sekolah akan terhindar.
Pemerintah Kota Tasik mengusulkan kebutuhan tenaga pendidik P3K mencapai 1.035 orang, dalam gelagat dikabulkan pemerintah pusat. Di tengah pacu pemerintah pusat yang menetapkan program rekrut satu juta tenaga guru P3K tahun ini. (Tom)





