CIANJUR,||Pelita Online||- Angka prevalensi stunting (terhambatnya tumbuh kembang anak akibat kekurangan asupan bergizi) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga saat ini masih terbilang tinggi, bahkan ada di atas rata-rata angka prevalensi tingkat nasional.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP2A) Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo, mengatakan, saat ini angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen (SSGBI 2021), sedangkan prevalansi di Kabupaten Cianjur sebesar 33,7 persen.
Heri mengungkapkan hal itu dalam kaitan Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 tahun 2022 di Kabupaten Cianjur dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN), di Pancaniti Pendopo Cianjur, Senin (15/8/2022).
Kata Heri, momentum Harganas menjadi ajang sosialaisasi kepada keluarga untuk membantu percepatan penurunan stunting, “Juga peringan HAN sejatinya untuk meningkatkan kerja kita semua dan stakeholder yang terlibat, baik dari kementerian maupun lembaga,” ujarnya.
Menurutnya, semua pihak harus memastikan anak-anak di Kabupaten Cianjur tetap terlindungi dan terpenuhi hak-haknya. Seluruh pihak juga harus memastikan agar anak-anak bergembira, tumbuh sebagai manusia yang berjiwa merdeka, dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa. [Man Suparman].





