Totalitas SMPN 1 Kota Tasikmalaya Menuju Sekolah Penggerak

TASIKMALAYA|PELITA ONLINE|Didukung sarana prasaran yang memadai, serta ditunjang oleh lingkungan sekolah sehat, berbudaya, dan tangguh dalam imtaq. Tak pelak membuat SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya menoreh banyak berprestasi.

Sebagaimana diketahui, menyemat banyak prestasi bukanlah perkara mudah bagi sebuah sekolah. Tapi tidak bagi SMP Negeri 1 Kota Tasikmalaya, terlebih dibawah kepemimpinan H. Cecep Susilawan, SPd. M.M, selaku kepala SMPN 1 sekarang ini kian banyak prestasi diraih.

“Sekarang ini, prestasi sebagai Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL), kita kandidat Adiwiyata nasional di tahun 2021, padahal target kita di tahun 2023”, kata Cecep.

Meski diakuinya semua prestasi tingkat provinsi sudah tercapai, namun obsesi dan cita-cita yang belum disandang enggan hanya sikapi dengan sebatas angan-angan.

Artinya, jangan lantas berpuas diri, karena masih banyak yang perlu diperjuangkan. Diantaranya adalah mewujudkan SMPN 1 menjadi Sekolah Penggerak, tandas Cecep.

Namun, perubahan kebijakan reformasi di sekolah tak bisa sukses tanpa diiringi dengan penuh rasa kebersamaan dan komitmen yang kuat di dalam sekolah.

Karena pada dasarnya, menjadi Sekolah Penggerak itu, mulai dari guru-guru harus lebih berpartisipasi di dalam budaya literasi ataupun hal-hal lain misalnya. Itu adalah kuncinya menuju Sekolah Penggerak.

“Sekolah Penggerak itu terdiri dari kepala sekolah dan guru penggerak,” tegas Kepala SMPN 1 yang mengaku menjalankan tugas sejak 2018.

Contoh lainnya untuk menjadi sekolah penggerak, tentu dilingkup sekolah harus fokus terhadap macam program partisipatif, unik, dan banyak inovasi sehingga dengan demikian benar-benar dapat dijadikan contoh dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam kaitannya lagi, menuju sekolah penggerak, guru harus dapat memberikan pelajaran tak hanya satu arah, melainkan dengan berbagai aktivitas yang dinilai menyenangkan dan syarat muatan-muatan kompetensi bernalar kritis, kolaborasi dan kreatif, itu diantarannya, kata Cecep.

“Jadi tidak bisa hanya kemauan seorang kepala sekolah, atau segelintir guru. Semuanya harus terbangun dengan sebuah sistem teknologi”, papar Cecep.

Sekolah Penggerak itu bisa menjadi rujukan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya. Dalam artian, ekosistemnya untuk menjadi Sekolah-Sekolah Penggerak selanjutnya.

Meski sekarang ini tak dapat dipungkiri lagi telah menjadi rujukan, ucap Kepala SMN 1 yang mengaku baru saja hari ini menerima rombongan dari sejumlah SKPD Pemprov Jabar.

Diantaranya dari Kemenag, Kesra, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dalam suatu kegiatan monitoring PHBS (Prilaku Hidup Bersih Sehat) ke-24 Kota/Kab se Jawa Barat.

Kebetulan, SMPN 1 Kota Tasikmalaya salah satu sekolah yang dirujuk dalam kegiatan agenda mereka ke-24 Kota/Kab di Jabar, ucap Cecep bangga.|TOM|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *