JAMBI|Pelita Online |– Pasangan calon incumbent Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi 2020, Fachrori Umar – Syafril Nursal, dipastikan dapat memenangkan pesta demokrasi itu hingga diatas 55 persen.
Bahkan mungkin bisa lebih, demikian diungkapkan Koordinator Komunitas Pengagum Fachrori Umar, Noer Faisal kepada wartawan, Minggu malam (22/11-2020).
Menurut Noer Faisal, basis lawan politik, seperti di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun, pasangan Fachrori Umar – Syafril Nursal tidak tertutup kemungkinan bisa mendulang suara pemilihnya hingga diatas 45 s/d 50 persen.
Sementara itu, kata Ia, dua pasangan calon lawan politik Fachrori Umar – Syafril Nursal, di kedua daerah itu sampai saat ini masih terus saling rebutan untuk mendapatkan suara pemilihnya.
Sementara di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, menjadi daerah lumbung suara Syafril Nursal yang merupakan putra terbaik asal daerah itu.
“Syafril Nursal, mantan Kapolda Selawesi Tengah berpangkat Irjen Pol itu sangat mendapat tempat di hati masyarakat di kedua daerahnya itu,” kata Noer Faisal.
Sedangkan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo, menjadi basis suara untuk Fachrori Umar, dan ini tentunya tidak terlepas karena calon incumbent Fachrori Umar, putra terbaik asal Kabupaten Bungo itu awalnya satu kesatuan daerah dengan Kabupaten Tebo sebelum dimekarkan.
“Jadi sulit pasangan calon lain bisa mendulang suara di daerah itu. Apalagi, sekarang ini masyarakat pemilih di Jambi sudah pintar untuk memilih pemimpin daerahnya,” kata Noer Faisal.
Sedangkan untuk Kabupaten Batanghari, Kabupaten Muaro Jambi, Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, masyarakat pemilih di daerah ini sudah memahami betul kalau Fachrori Umar selama ini merupakan sosok Gubernur yang jujur, santun, dan tidak suka berbuat aneh anah.
Tentu, kata Noer Faisal, apa yang disampaikannya ini akan menuai protes dari pihak lawan politik Fachrori Umar – Syafril Nursal, tetapi yang jelas kita lihat saja hasil perolehan suara suara di 9 Desember 2020 nanti. (sal/Ilham/Fayed Fahlevi)




