TASIKMALAYA|Pelita Online|Menindak lanjuti informasi yang dikabarkan Pelita Online terkait pemberitaan robohnya saluran irigasi di blok Gunung Eurih (Leuwidahu) beberapa tahun kebelakang, tak pelak membuat Yadi Sukiman, SAg selaku Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kota Tasikmalaya akan melakukan survey ke lokasi robohnya saluran yang bersumber air dari irigasi teknis Sukamandi, Kec. Indhiang, Kota Tasikmalaya tersebut.
“Besok, Selasa 28 Juli 2020 setelah apel pagi saya beserta staf akan ke lokasi”, tukas Yadi Sukiman saat ditemui di ruang kerjanya. Senin, 27 Juli 2020.
Dikatakannya, kalau saluran yang roboh tersebut sudah masuk dalam program DAK Tahun Anggaran 2020 sekarang ini. Akan tetapi, sehubungan dengan terjadinya Pandemi Covid-19 maka program DAK tersebut dihapus.
Akan tetapi, meski demikian tetap saja akan di cek dan dikaji langsung ke lokasi. Karena mungkin saja harus menjadi skala prioritas dalam perbaikannya, ujar Yadi yang didampingi staf teknisnya.
Secara terpisah Dadan Daruslan, selaku ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sadar Bakti Kecamatan Indihiang yang juga selaku anggota dewan di DPRD Kota Tasikmalaya pada komisi IV mengaku sudah cukup lama irigasi tersebut dibiarkan tanpa perbaikan.
“Tentu, dengan kondisi seperti itu sangat berdampak terhadap kurang debid air. Sehingga wajar, kalau kolam-kolam yang ada di ujung dari lokasi robohnya saluran irigasi tersebut mengalami kekeringan. Karena air tidak akan sampai ke ujung, papar politisi dari PBB ini, saat ditemui di kediamannya. Senin, 27 Juli 2020 sekitar pukul 3 sore.
Terkait menyikapi banyaknya bendungan-bendungan yang sengaja dibuat oleh para petani pada saluran irigasi, Dadan mengecam keras bahwa itu tidak diperbolehkan. Kecuali atas ijin kelompok dan hasil musyawarah mupakat antar kelompok, tegasnya.
Terlebih disaat musim kemarau seperti sekarang ini, sangat tidak baik kalau istilahnya “silih tanggul silih tenggeul” (saling bendung saling pukul), tambah Dadan. (ToM)




