Jelang Lebaran 2023, Jalur Pantura Jabar Kian Mantap

CIKAMPEK,||Pelita Online||-Satuan kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker-PJN) Wilayah I Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan kemantapan jalan nasional Pantura untuk memperlancar konektivitas yang merupakan salah satu urat nadi transportasi dan logistik Pulau Jawa.

Tak kurang dari 320 kilometer panjang jalan nasional Pantura menjadi kewenangan Satker PJN Wilayah I Provinsi Jawa Barat, dengan sejumlah PPK yang ditugaskan.

Sejak akhir tahun 2022 dan awal bulan Ramadhan hingga memasuki minggu terakhir bulan puasa 2023 ini Pelita Online melakukan liputan dalam rangka menilik kegiatan preservasi dan program Padat Karya Kementerian PUPR. Pada umumnya, jalan nasional Pantura Jabar kian menunjukan bentang jalan nasional yang mantap.

Berdasarkan pemantauan dalam wilayah PPK 1.1 yang menangani jalan nasional ruas jalan Bts Kota Karawang-Cikampek, meski belum dilengkapi dengan marka jalan. Namun setidaknya tak kurang dari 2 kilometer panjang jalan telah nampak terlihat mulus dan mantap dengan hotmix baru itu terdapat di dua segmen antara KM 80 dan KM 82.

Terpantau pula dalam wilayah PPK 1.2, yang mana di ruas ini ditemui di daerah Sewo-Lohbener arah Cirebon terdapat juga penanganan tak kurang dari 2 kilometer dengan kondisi hotmix baru.

Selanjunya memasuki wilayah PPK 1.3 yang menangani ruas jalan nasional Bts Kota Cirebon-Losari/Bts Jawa Tengah, di ruas ini selain telah dapat penyelesaikan penambalan lubang secara keseluruhan disepanjang ruas, juga terdapat perbaikan kontur perkerasan jalan.

Masih dalam pengamatan Pelita Online, ruas jalan nasional pada Satker PJN Wilayah I Provinsi Jabar, pada dasarnya mulai dari Kab.Kawarang, Subang, Indramayu dan Kab/Kota Cirebon sudah cukup siap untuk dilalui oleh para pemudik untuk mendukung kelancaran Mudik 2023 di sepanjang ruas Pantai Utara Jawa Barat.

Belum pula dengan banyaknya jumlah penggatian jembatan yang telah dapat berhasil dilesaikan pada tahun 2022/2023 yang hampir secara keseluruhannya dipungsionalkan, menambah bentang mantap Pantura Jabar.

Meski, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Hedi Rahadian dalam keterangan Pers-nya belum lama ini menyatakan kalau secara keseluruhan jalur Pantura masih terdapat sekitar 4% jalan yang dalam kondisi kurang mantap. Yang menurutnya, penurunan kemantapan tersebut secara umum terjadi antara lain karena permasalahan banjir dan banyaknya kendaraan berat yag melalui jalan Pantura dibanding tol. ||tommy riyaldi||

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *