MAJALENGKA,||Pelita Online||-Musim tanam sudah datang petani sudah mulai menggarap mengolah lahannya, baik lahan produktif maupun lahan tadah hujan. Tetapi petani kebingungan modal yang di gelontorkan melalui KUR Tani susah, pupuk subsidi langka jadi mesti bagaimana?
“Walaupun pupuk mahal kalau ada barangnya kita sudah bisa mengelola lahan, kalau saat ini petani lagi kebingungan”ujar Wasa juga sebagai petani tebu. Yang lebih memprihatinkan tebu sudah dikirim ke pabrik pembayaran sangat lambat.
Lain lagi Jaet sebagai Ketua kelompok Tani Jati Makmur Kerta Jati Desa Mekarjaya Kabupaten Majalengka, kami petani semuanya menjerit serba susah dan menanyakan kebenaran program swasembada pangan dan swasembada jagung sangat kontradiktif dilapangan susah permodalan dan pupuk, musim tanam bagi petani datang setahun sekali, apalagi tanah tadah hujan, gimana solusinya.
Lain halnya dengan Ade Suwarma, menurut dia, dirinya sudah menyiapkan 50 Hektare yang sudah diolah tinggal tanam, hanya kendala pupuk mahal dan tidak bisa beli alias langka. Sekaligus KUR Tani macet. Kami petani memohon bantuan kepada pemerintah bantu petani secara nyata. (***)





