TASIKMALAYA||Pelita Online||Bermunculannya warung-warung semi permanen mulai dari perlintasan pintu rel kereta api Buninagara sampai kebelokan Taman Pemakaman Cinehel di Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya dinilai salah satu penyebab menyempitnya badan jalan Buninagara.
“Kondisi jalan menyempit hingga seringnya terjadi kemacetan di Jalan Buninagara, diduga kuat penyebabnya warung- warung semi permanen yang banyak bermunculan disepanjang pinggir rel kereta api Buninagara,” kata Dani (51) pengguna jalan kepada pelitaonline.co.id Selasa (30/01/2024).
Menurut Dani, pemerintah daerah setempat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) harus saling berkoordinasi, agar terkait menyempitnya jalan mulai dari jalan Cinehel sampai pintu perlintasan Buninagara hingga memasuki Jalan Buninagara sampai kebeloman Taman Pemakaman Cinehel dapat diminimalisir dari kemacetan, katanya.
“Ini harus nya menjadi perhatian dinas terkait agar jalan ini segera diperlebar mengingat sudah banyak pengendara yang terjebak di tengah rel kereta. Apa lagi pagi hari, jam istirahat kantor maupun sore harinya mobilitas kendaraan di perlintasan ini cukup padat,” pungkasnya.
“Kalau memang warung-warung mau dibiarkan dan jalan yang sudah ada susah untuk diperlebar, seharusnya sih dibuatkan flyover agar tidak terjadi kemacetan yang kerap terjadi, apalagi di Jalan Cinehel mulai dari Gapura yang terdapat di perempatan Mitra Batik Kota Tasikmalaya jalan nya juga sempit sehingga menambah laju kendaraan kian tersendat dan merayap,” tambah Dani.
Hal tersebut cukup dibenarkan Yana. S, selaku penjaga perlintasan kereta Buninagara yang mengatakan kalau kemacetan yang terjadi di perlintasan Buninagara ini lebih disebabkan oleh jalan Cinehel yang sempit.
Sementara disinggung terkait munculnya warung-warung semi parmanen yang terdapat di sepanjang jalur kereta mulai dari perlintasan pintu kereta hingga kebelokan pemakaman Cinehel, Yana tak mengetahui pasti soal itu.
Sepengetahuannya, warung-warung ini sudah sejak lama ada, dan tak diketahui juga ternyata hampir semuanya sudah semi permanen, kata Yana saat ditemui di pos pintu penjaga perlintasan Buninagara, Selasa (30/1/2023)
Terlebih terkait perizinan atau sewah tempatnya, Yana mengaku lebih tak mengetahui soal itu. “Yang pasti, kalau menurut aturan jangankan mendirikan bangunan menaman pohon 10 meter dari jalur kereta tidak diperbolehkan, terlebih mendirikan bangunan,” jelas Yana.
Yana menambahkan, munculnya warung-warung terdapat juga mulai dari perlintasan yang ada di wilayah pasar Pancasila Kota Tasikmalaya, tambah Yana.
Sementara sebagaimana diketahui pelitaonline.co.id, kemacetan yang kerap terjadi diperlintasan kereta Buninagara itu memang lebih disebabkan oleh jalan Cinehel yang relatif sempit, juga bermunculannya warung-warung semi permanen disepanjang jalur yang terdapat di wilayah Buninagara. (Tommy Riyaldi)





