TASIKMALAYA,||Pelita Online||-Di saat masih banyaknya ruas jalan provinsi dalam wilayah kerja UPTD Pengelolaaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V yang rusak berlobang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) pada tahun 2023 berencana akan menggelontorkan uang senilai Rp85 miliar untuk membangun jembatan permanen Sodongkopo Nusawiru penghubung wilayah Cijulang dengan obyek wisata Batukaras
di Pangandaran, termasuk membongkar hasil pembangunan 2021 dengan konstruksi baely yang menghabiskan uang Rp8,9 miliar.
Tentu, kalau ini terjadi menambah cacatan buruk Pengelola Jalan Provinsi. Ruas jalan provinsi dalam wilayah perkotaan yang seharusnya mulus dan nyaman dilalui malah justru sebaliknya.
Sejatinya, infrastruktur jalan dan jembatan provinsi dalam wilayah perkotaan didahulukan perbaikannya agar rasa aman dan nyaman untuk dilalui, tapi nyatanya masih banyak fakta yang jauh panggang dari api.
Di dalam kota Tasikmalaya terdapat puluhan kilometer jalan provinsi, sebagaian besar mengalami kondisi berlobang. Tidak cepat diperbaiki dalam jangka waktu lama hingga akhirnya lobang jalan beranak pinak.
Masyarakat pengguna jalan hanya dapat berguman, tapi pemerintah bergeming alasannya klise minimnya anggaran pemeliharaan.
Kondisi itu terjadi di ruas jalan Tasikmalaya Singaparna antara KM BDG 112 dan KM BDG 113 atau tepatnya di Cibanjaran, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jabar.
Dengan jangka waktu yang lama, pemerintah tak juga kunjung jua melakukan perbaikan. Bahkan kini, lobang jalan itu kian melebar dan banyak. Parahnya tak ada tanda cat putih disetiap lobangnya maupun pemberitahuan melalui spanduk himbauan jalan berlobang. Kendati berkali-kali sudah diingatkan tapi sampai sekarang lobang jalan masih tetap dibiarkan.
Leletnya penanganan menjadi potret buram bagi pelaksana teknis yang dipercaya mengurusi bidang jalan jembatan. Di saat masih banyaknya kondisi jalan provinsi dalam wilayah perkotaan yang rusak dan butuh perbaikan, pemerintah Provinsi Jabar sendiri malah berencana menggelontorkan uang yang nilainya mencapai puluhan miliaran untuk mengantikan jembatan baely yang dibangun tahun 2021 lalu dengan uang sebesar Rp8,9 miliar. |tommy riyaldi|





