SMAN 10 Kota Tasikmalaya Laksanakan Program DAK, Kepsek: Kita Masih Kekurangan 10 RKB

TASIKMALAYA,||Pelita Online||-Salah satu sumber pembiayaan untuk mencapai sasaran pembangunan pendidikan sekolah menengah atas adalah dana alokasi khusus atau (DAK) fisik.

DAK fisik ini dimaksudkan untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi urusan daerah, dan merupakan prioritas nasional sesuai dengan fungsi yang merupakan perwujudan tugas pemerintahan di bidang pendidikan. Khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana.

Di Jawa Barat
DAK fisik tahun anggaran 2022 saat ini pelaksanaannya ada yang sedang berjalan dan ada juga yang telah rampung pekerjaannya, akan tetapi semua pelaksanaannya mengacu kepada peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Salah satunya adalah Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 3 Tahun 2022 tentang Petunjuk Operasional DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2022.

Dr. H. Yonandi, S.Si.,MT Kepala SMAN 10 Kota Tasikmalaya.

Pada kesempatan ini, setelah melakukan banyak kunjungan ke sekolah-sekolah menengah atas penerima DAK di Jawa Barat, Pelita Online berkesempatan mengunjungi SMA Negeri 10 Kota Tasikmalaya. Senin (21/11/2022).

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 10 Kota Tasikmalaya, Dr. H. Yonandi, S.Si.,MT dalam kesempatannya menerima Pelita Online mengatakan, untuk DAK fisik Tahun 2022 ini, sekolahnya telah pula dapat merehabilitasi 7 lokal Ruang Kelas (RK) 7, 1 ruang Laboraturium, 1 ruang Perpustakaan, 1 Ruang TU, 1 Ruang Guru dan pembangunan 3 Ruang Kelas Baru (RKB).

Dalam keterangannya, sekolah yang dipimpinannya tersebut secara keseluruhan memiliki 46 rombongan belajar (rombel). Tetapi sebagian SMA terbuka, sedangkan yang ada di kampus ini ada 36 rombel, sehingga sesuai yang tercatat di Dapodik bahwa kita masih kekurangan 13 ruang belajar.

Nah, ketika tahun 2022 ini kita mendapat 3 ruang kelas belajar dari DAK, jadi kita masih kekurangan 10 ruang kelas lagi, inilah yang tengah kita upayakan kedepannya, kata Yonandi.

“Tapi Insya Allah, di tahun depan 2023 kita rencanannya kembali mendapat kucuran DAK fisik,” ujar Yonandi yang mengaku dalam kepemimpinnya di SMAN 10 Kota Tasikmalaya ini baru kali pertamanya mendapat bantuan DAK.

Disinggung dalam menyiasati kekurangan ruang kelas belajar, Yonandi mengaku memanfaatkan ruangan yang ada. Diantaranya, yang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan proses kegiatan belajar mengajar itu antara lain memanfaatkan ruang Lab Komputer, ruang Lab Multy Media, Ruang Perpustakaan, Gudang yang sudah ada termasuk gudang yang baru dibangun, katanya.

Lebih jauh Yonandi menjelaskan, dengan adanya bantuan DAK 2022 ini, sekolah ini jadi memiliki muka. Dan yang tak kalah penting lagi, semua ruangan yang direhabilitasi dibuat dengan konstruksi cor dak.

Ini bukan soal apa-apa, tetapi memang sekolah ini butuh penampilan, mengingat peminat masyarakat untuk masuk ke SMAN 10 ini sudah cukup luar biasa meningkat. Disamping memang kita memberikan sajian jaminan siswa/siswi masuk ke Perguruan Tinggi (PT), memiliki keterampilan dan life skill.

Mengakhiri pembicaraan, Yonandi pun tak lupa turut mengucapkan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khusus Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar yang telah memfasilitasi semuanya, lantaran dengan adanya rehabilitasi RKB ini SMAN 10 Kota Tasikmalaya ini sekarang benar-benar miliki muka (wajah) sekolah ungkapnya. |tommy riyaldi|

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *