Sikapi Telatnya APBD Bidang Pembangunan Jalan Provinsi Kadis BMPR Jabar Pilih Opsi Melalui Pemeliharaan Rutin

BANDUNG||Pelitaonline.co.id||,- Di tengah hembusan kabar alokasi anggaran peningkatan dan pemeliharaan jalan yang menyusut di tahun 2024 ini
di Dinas BMPR Provinsi Jabar, sekilas dalam ekspektasi menurun pula jangkauan penanganan kerusakan jalan.

Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jabar, Bambang Tirtoyuliono mengakui punya kiat sendiri untuk menyikapinya. Yaitu melalui pemeliharaan rutin secara massif.

Dengan begitu, mudik lebaran pada April 2024 mendatang, jalan bisa mulus, Bambang Tirtoyuliono kepada Wartawan di kantor DBMPR Jabar, Kota Bandung, Senin 19 Februari 2024.

“Iya kita ada penurunan anggaran tahun-tahun ini. Pilihan kita bagaimana melakukan skala prioritas perbaikan jalan dengan anggaran yang ada, karena alokasi anggaran dari APBD 2024 telat cair,” ujarnya.

Menurut Bambang, anggaran yang disiapkan sekitar Rp600 miliar untuk memulihkan 230,98 kilometer (km) dan revitalisasi lima jembatan telat, maka hingga saat ini belum ada satu vendor pun yang telah menerima kontrak kerja.

Sehingga besar kemungkinan kata Abeng, sapaan Bambang Tirtoyuliono pada saat lebaran nanti kondisi jalan tidak akan maksimal dalam melayani mobilitas masyarakat yang melakukan mudik, menggunakan jalan milik provinsi.

“Lebaran tak akan kekejar, karena sampai sekarang masih dalam proses kontrak, sehingga bisa dikatakan kalau ada keterlambatan dalam penetapan APBD Provinsi,” terangnya.

Ini sangat berbeda dengan tahun 2023, saat itu penetapan APBD tepat waktu dan bulan Februari seperti sekarang ini sudah dapat terkontrak. Sehingga memasuki lebaran masih dapat terkejar pekerjaan, bahkan ada selesai sebelum lebaran penanganannya. “Kalau tahun 2024 ini saya agak pesimis,” tambah Bambang yang juga selaku Pj Walikota Bandung ini.

Namun, kendati demikian dia memastikan akan tetap berupaya semaksimal mungkin agar proses anggaran dan pelelangan lancar, dan yang pastinya mengupayakan melalui pemeliharaan rutin secara massif, agar pengguna jalan tidak terganggu, telasnya.

“Jadi sapu lobang akan kita tekankan lagi intensifkan kepada teman-teman yang ada di UPTD secara massif agar dilakukan pemeliharaan secara rutin,” tegasnya.

Masih menurut Bambang, sejatinya ada 2.362 kilometer jalan di Jabar yang butuh penangan peningkatan. Meski secara keseluruhan kemantapan jalan provinsi sudah di angka 83 persen, tetapi umur teknisnya hanya 63 persen, katanya.

Tidak dapat dipungkiri, potensi kerusakan selalu ada, karena terjadi penurunan kualitas akibat beban tonase kendaraan, cuaca serta pengaruh lainnya yang sangat berdampak terhadap kerusakan jalan. (Tomril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *